Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

1,2 Juta Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia

Ahad 23 Jan 2022 12:13 WIB

Rep: Dian Fath/ Red: Friska Yolandha

Petugas kesehatan menunjukkan vaksin Pfizer yang digunakan untuk dosis ketiga atau booster COVID-19 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/1/2022). Sebanyak 1.257.750 dosis vaksin Pfizer tiba di Indonesia pada Sabtu (22/1/2022) malam.

Petugas kesehatan menunjukkan vaksin Pfizer yang digunakan untuk dosis ketiga atau booster COVID-19 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/1/2022). Sebanyak 1.257.750 dosis vaksin Pfizer tiba di Indonesia pada Sabtu (22/1/2022) malam.

Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Vaksin Pfizer akan segera didistribusikan secara proporsional ke daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 1.257.750 dosis vaksin Pfizer tiba di Indonesia pada Sabtu (22/1/2022) malam. Vaksin tahap ke-201 ini merupakan donasi COVAX.

"Kami atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan terima kasih sebesar-besar kepada COVAX," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong , Ahad (23/1/2022).

Baca Juga

Usman memastikan, vaksin yang datang ini akan segera didistribusikan secara proporsional ke daerah-daerah yang membutuhkan, dalam rangka program vaksinasi nasional. Pemerintah pun telah mencanangkan program vaksinasi akan terus dipercepat dan diperluas hingga ditargetkan bisa rampung pada tahun 2022 ini.

"Karena itu, kedatangan vaksin secara kontinyu menjadi sangat penting demi menjaga stok vaksin agar program vaksinasi bisa berlangsung secara lancar," ujarnya.

Jaminan ketersediaan stok vaksin, upaya percepatan, lanjut Usman, juga terus dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait berita-berita tidak benar alias hoaks yang banyak beredar. Hal ini lantaran, di beberapa daerah, hoaks berperan memperlambat vaksinasi.

Banyak masyarakat dibuat takut dan khawatir terhadap efek vaksinasi, yang dilebih-lebihkan dan dibesar-besarkan. Pemerintah, kata Usman, memastikan vaksin aman dan berkhasiat, proses vaksinasinya dilakukan dan diawasi secara ketat, dan telah disiapkan juga antisipasi jika terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

"Vaksin COVID-19 yang digunakan ini aman dan berkhasiat, sudah mendapatkan izin Badan POM. Jangan ragu dan menunda vaksinasi hanya karena mendengar isu atau kabar tidak benar yang beredar," tegasnya.

Usman menambahkan, peningkatan kewaspadaan juga harus dilakukan seiring bermunculannya kasus varian Omicron yang telah masuk ke Indonesia. Karenanya, pemerintah tak lupa mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

"Saya meminta semua pihak kembali menegakkan protokol kesehatan dan segerakan vaksinasi," tegas Usman.

Indonesia telah aktif menjalin kerja sama internasional dan multilateral termasuk melalui WHO Access to COVID-19 Tools (ACT) Accelerator COVAX Facility. COVAX atau COVID-19 Vaccines Global Access sendiri merupakan sebuah inisiatif global yang ditujukan untuk akses setara untuk vaksin-vaksin COVID-19.

Melalui COVAX juga, Indonesia terus aktif mengampanyekan kesetaraan akses vaksin bagi seluruh negara di dunia. Hal ini sesuai dengan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam upaya menyetarakan akses vaksin bagi negara-negara di dunia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA