Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Cara Cegah Rem Blong pada Truk dan Bus

Senin 24 Jan 2022 00:35 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Kecelakaan Bus

Ilustrasi Kecelakaan Bus

Foto: Foto : MgRol_94
Truk atau bus memiliki sistem pengereman yang berbeda dengan mobil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Truk atau bus memiliki sistem pengereman yang berbeda dengan mobil. Pengemudi pun dituntut untuk selalu memastikan bahwa sistem pengereman yang kebanyakan menggunakan full air brake system itu bisa berjalan dengan baik.

Investigator Senior Komisi Nasional Keselamatan transportasi (KNKT), Ahmad Wildan mengatakan, terdapat sejumlah cara agar sistem pengereman pada bus atau truk bisa selalu terjaga. "Pertama, pastikan muatanya sesuai dengan kemampuan kendaraan," kata Wildan dalam webinar Peduli Keselamatan beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Hal ini perlu dipastikan karena jika kendaraan mengangkut beban yang melebihi spesifikasinya maka hal itu akan membuat kerja sistem pengereman jadi lebih berat. Jika hal ini terjadi, maka kemungkinan sistem pengereman mengalami persoalan akan semakin besar.

Kedua, ia sangat menyarankan agar pengemudi bisa melakukan deselerasi dengan beberapa sistem yang terdapat pada bus atau truk.

Karena, selain rem utama, bus atau truk biasanya juga dilengkapi dengan exhaust brake dan retarder. Selain itu, pengemudi juga bisa melakukan deselerasi dengan engine brake.

Lewat beragam opsi itu, pengemudi bisa memilih mana cara yang paling pas untuk mengurangi laju kendaraan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Hal ini dianggap bisa meningkatkan keselamatan karena beban kerja rem utama bisa dikurangi.

Selanjutnya, ia menyarankan agar pengemudi rutin memeriksa saluran sitem pengereman. Selain memeriksa kondisi fisik dari sistem pengereman, pengemudi bisa memastikan kondisi sistem pengereman dengan memperhatikan indikator tekanan udara yang terdapat pada dashboard.

Selain itu, ia juga menyarankan agar pengemudi berhati-hati saat melakukan modifikasi. "Berdasar temuan kami, terdapat beberapa pengemudi yang melakukan modifikasi dengan mengorbankan aspek keselamatan," ujarnya.

Salah satu modifikasi yang sempat ditemukan oleh KNKT adalah modifikasi pada bagian klakson. Beberapa pengemudi ada yang melakukan modifikasi pada bagian klakson yang menggunakan udara. Tapi, lanjutnya, sumber udara pada klakson itu disatukan dengan sumber udara pada sistem pengereman.

Padahal, seharusnya klakson tersebut menggunakan tangki tersendiri sehingga kebutuhan udara untuk sistem pengereman selalu terjaga.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA