Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Komnas KIPI: Penyakit Serius Seusai Imunisasi Bukan karena Vaksinasi

Ahad 23 Jan 2022 01:25 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 jenis Sinovac kepada seorang anak di SD Negeri 1 Lhokseumawe, Aceh, Kamis (20/1/2022). Vaksinasi yang digelar Dinas Kesehatan Pemko Lhokseumawe bersama kepolisian tersebut sebagai upaya percepatan vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 6-11 tahun untuk persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 jenis Sinovac kepada seorang anak di SD Negeri 1 Lhokseumawe, Aceh, Kamis (20/1/2022). Vaksinasi yang digelar Dinas Kesehatan Pemko Lhokseumawe bersama kepolisian tersebut sebagai upaya percepatan vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 6-11 tahun untuk persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Foto: ANTARA/RAHMAD
Sebelum memperoleh izin, vaksin telah melewati fase uji klinik beberapa tahap

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari mengatakan kejadian atau penyakit serius yang terjadi usai imunisasi biasanya bukan disebabkan oleh proses vaksinasi.

"Jadi kalau ada kejadian serius, penyakit serius setelah imunisasi biasanya disebabkan bukan oleh vaksinasi," ujar Hindra dalam seminar media IDAI tentang vaksinasi Covid-19 pada anak diikuti virtual dari Jakarta, Sabtu (22/1/2022).

Baca Juga

Dia menjelaskan bahwa sebelum memperoleh izin, vaksin telah melewati fase uji klinik beberapa tahap yang melibatkan banyak orang dan KIPI akan terlihat pada orang-orang yang mengikuti pengujian tersebut. Karena itu, munculnya penyakit serius usai vaksinasi adalah sesuatu yang jarang terjadi dengan diagnosis hanya dapat dilakukan oleh dokter.

KIPI yang biasa muncul usai vaksinasi Covid-19 biasanya berada dalam tingkat rendah atau menengah, mulai dari sakit di tempat yang disuntikkan, demam, dan sakit kepala. Dia mengingatkan jika terjadi reaksi KIPI usai vaksinasi Covid-19 terhadap anak, maka dapat beristirahat. Selain itu, segera berikan obat jika mengalami gejala seperti demam.

"Kalau perlu obat, berikan obat segera kalau dia demam. Segera, jangan ditunda, tidak akan mempengaruhi daya kebal yang diperoleh dan minum air putih yang cukup," jelasnya.

Hindra juga mengingatkan pemberian vaksin tidak secara instan membentuk antibodi terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Dibutuhkan dua pekan usai vaksinasi untuk secara optimal membangun antibodi. Karena itu protokol kesehatan seperti penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi pandemi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA