Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Pentingnya Suami Pahami Pula Masalah Infertilitas

Sabtu 22 Jan 2022 23:50 WIB

Red: Indira Rezkisari

Pasangan suami istri harus mengetahui soal masalah infertilitas. Dokter mengatakan ada setidaknya dua tipe infertilitas.

Pasangan suami istri harus mengetahui soal masalah infertilitas. Dokter mengatakan ada setidaknya dua tipe infertilitas.

Foto: Prayogi/Republika
Sebanyak 25-40 masalah infertilitas dipengaruhi pihak suami.

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Pasangan suami istri yang mendambakan kehadiran buah hati harus memahami masalah infertilitas. Suami dinilai juga harus perduli urusan infertilitas sebagai kehadiran buah hati juga turut dipengaruhi faktor kesehatan pria.

"Bahwa 25-40 persen faktor infertilitas dipengaruhi oleh suami," kata dokter spesialis kebidanan dan kandungan Rumah Sakit Ibu dan Anak Ummu Hani Purbalingga dr Agus Mei Arso, Sp.OG, Sabtu (22/1/2022). Karena itu, kata dia, suami pun harus melakukan pemeriksaan awal, yakni sperma analisis.

Baca Juga

Pembicara lainnya, dr Ardian Rahmansyah, Sp.OG. mengatakan ada dua jenis infertilitas yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder. "Infertilitas primer artinya tidak mendapatkan kehamilan dalam 12 bulan hubungan seksual teratur tanpa kontrasepsi," katanya. Sementara infertilitas sekunder, kata dia, merupakan kondisi tidak mendapatkan kehamilan atau mempertahankan kehamilan setelah memiliki anak lahir hidup.

Direktur RSIA Ummu Hani Purbalingga dr H Mohamad Ihsan Akbar, MPH mengatakan setiap pasangan suami istri dapat dipastikan mengharapkan hadirnya sang buah hati namun tidak semua pasangan dapat dengan mudah langsung mendapatkan buah hati. Bahkan, sebagian pasutri tidak tahu kapan harus melakukan pemeriksaan dan ke mana harus melakukan pemeriksaan sehingga waktu mereka terbuang.

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan, pihaknya bersama PT Morula Indonesia menghadirkan Klinik Fertilitas Indonesia yang sudah diluncurkan pada tanggal 14 Oktober 2021 sebagai layanan tambahan di RSIA Ummu Hani. "Kami mengadakan seminar awam seperti ini untuk menambah pengetahuan bagi pejuang buah hati tentang apa itu infertilitas, kapan harus mulai memeriksakan kesuburan, dan pilihan program hamil apa yang tepat, sehingga bisa membantu para pejuang buah hati mendapatkan buah hati segera dan tidak membuang-buang waktu," katanya.

Customer Activation Manager Klinik Fertilitas Indonesia Winda mengharapkan pihaknya bisa seminar serupa di seluruh kota yang sudah terdapat Klinik Fertilitas Indonesia. "Sampai saat ini Klinik Fertilitas Indonesia sudah memiliki lebih dari 100 cabang yang tersebar di Pulau Kalimantan, Jawa, Bali, Sumatra, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat," katanya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA