Sunday, 14 Rajab 1444 / 05 February 2023

Cerita Sandiaga Uno Terkesima Pulau Penyengat

Sabtu 22 Jan 2022 20:07 WIB

Red: Indira Rezkisari

Warga bangunan interior Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, Pulau Penyengat sangat cocok dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis 3S, yakni Spirituality (spritual), Serenity (ketenangan), dan Sustainability (keberlanjutan).

Warga bangunan interior Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, Pulau Penyengat sangat cocok dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis 3S, yakni Spirituality (spritual), Serenity (ketenangan), dan Sustainability (keberlanjutan).

Foto: Antara/Yudhi Mahatma
Sandiaga akan mendorong Pulau Penyengat jadi salah satu ikon wisata halal.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengaku terkesima saat pertama kali menginjakkan kaki ke Pulau Penyengat di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Sandiaga didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan jajaran tiba di Pulau Penyengat, Sabtu (22/1/2022), dan disambut dengan pemasangan tanjak (topi khas Melayu) di kepala, sebagai penanda ucapan selamat datang dari pengurus lembaga adat melayu (LAM) setempat.

Setelahnya, Sandiaga langsung berjalan masuk ke dalam Masjid Sultan Riau Penyengat, bahkan sempat menunaikan ibadah sholat. Selama ini Sandiaga memang sudah banyak mendengar tentang cerita atau hikayat Masjid Penyengat.

Baca Juga

"Saya baru kali ini sholat di sini, suasananya sangat sejuk. Ini semacam penanda kalau wisatawan Nusantara, harus berkunjung kemari," katanya.

Dia menyatakan Pulau Penyengat sangat cocok dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis 3S, yakni Spirituality (spritual), Serenity (ketenangan), dan Sustainability (keberlanjutan). Ia juga akan mendorong Pulau Penyengat menjadi salah satu ikon wisata halal ke depan.

Selain itu, menurutnya, produk ekonomi kreatif di pulau bersejarah itu pun punya potensi untuk dikembangkan. Ada nasi dagang, deram-deram, air dohot dan produk milenial lainnya.

"Wisatawan Nusantara wajib datang ke sini, karena Penyengat adalah titik nol Kesultanan Islam Riau dan Johor," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad memastikan mulai tahun 2022 Pulau Penyengat akan ditata sedemikian rupa, agar semakin cantik dan menarik untuk dikunjungi wisatawan Nusantara hingga mancanegara. Pihaknya telah mengalokasikan dana sebesar Rp 30 miliar untuk proyek penataan pulau tersebut.

Ansar menyebut semua jalan berikut sarana pendukung di Penyengat akan dirapikan dan diperindah, termasuk penataan Masjid Sultan Riau Penyengat. Ia optimistis Pulau Penyengat memiliki nilai jual yang luar biasa jika dikemas secara sungguh-sungguh.

"Jadi, kalau Pak Menteri Sandiaga datang ke sini lagi akhir 2022, saya jamin Penyengat ini akan semakin bedelau (bagus)," ucap Ansar.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA