Jumat 21 Jan 2022 17:57 WIB

Dirut PDTS Bantah tidak Ada Pencatatan Satwa di KBS

Dirut PDTS klaim saat ini pencatatan satwa di KBS tetap berjalan dengan baik.

Petugas memberi makan jerapah di kandang Kebun Binatang Surabaya (KBS), Surabaya, Jawa Timur, Ahad (12/12/2021). Perusahaan Daerah (PD) Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya menjalin kerja sama dengan Jatim Park dalam bentuk peminjaman satwa atau
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Petugas memberi makan jerapah di kandang Kebun Binatang Surabaya (KBS), Surabaya, Jawa Timur, Ahad (12/12/2021). Perusahaan Daerah (PD) Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya menjalin kerja sama dengan Jatim Park dalam bentuk peminjaman satwa atau

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) membantah tidak adanya studbook atau buku pencatatan silsilah satwa prioritas seperti Babirusa, Komodo, Bekantan, dan lainnya di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

"Terkait tanggapan om Singky Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (Apecsi) untuk studbook keeper KBS, mungkin om Singky sudah kangen berat dan perlu untuk jalan-jalan ke KBS lagi sambil lihat bagaimana progres manajemen konservasi di KBS," kata Dirut PDTS KBS Khoirul Anwar saat diskusi di Grup WA Surabaya oh Surabaya (SOS), Jumat (21/2/2022).

Pernyataan Dirut KBS tersebut menanggapi penyataan Koordinator Apecsi Singky Soewadji di sejumlah media yang mempertanyakan, apakah ke empat jenis satwa di KBS ini telah terdokumentasi dan terinventarisir dalam studbook keeper di KBS.

Bahkan Singky mengatakan, ada karyawan yang bernama Sri Pentawati sebagai pemegang stud book Keeper, tapi pihaknya saat ini tidak mengetahui petugas tersebut bertugas sebagai apa di KBS.

"Silahkan kalau ada waktu om Singky datang ke KBS, saya dampingi keliling sambil diskusi-diskusi untuk pengembangan dan kemajuan KBS tercinta ini," katanya.

Khoirul menjelaskan, saat ini pencatatan satwa di KBS tetap berjalan dengan baik, KBS sudah melakukan penandaan dan pencatatan pada satwa-satwa yang ada di KBS, hasil pencatatan dan inventaris satwa tersebut terlapor kepada otoritas yaitu BKSDA.

Silsilah satwa tersebut tercatat dalam studbook dan terdapat petugas untuk mengelola penandaan dan pencatatan tersebut. Menurutnya, satwa-satwa di KBS terutama satwa yang termasuk satwa prioritas telah dilakukan penandaan (identifikasi) dan tercatat dalam studbook.

Bahkan di KBS sendiri terdapat petugas yang mengelola studbook (studbook keeper) lokal yang membuat pencatatan satwa untuk internal KBS. Namun, lanjut dia, KBS juga mendapat kehormatan untuk menjadi Studbook Keeper Nasional untuk dua spesies satwa prioritas yaitu Komodo yang di kelola oleh drh. Rahmat Suharta dan Babirusa yang dikelola oleh Ibu Sri Pentawati.

"Upaya KBS untuk terus berbenah tidak berhenti di sana, pada tahun 2017 KBS sempat menjadi tuan rumah untuk pelatihan Studbook Keeper oleh Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI)," kata dia.

Tidak hanya itu, lanjut dia, KBS juga berperan aktif dalam Golbal Species Management Plan (GSMP) atau Program Pengelolaan Spesies Global untuk satwa Babirusa, Banteng, Anoa. KBS didampingi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim juga rutin mengadakan penghitungan satwa dan penandaan.

"Inventaris satwa KBS selalu terlaporkan ke BBKSDA Jatim dan BBKSDA Jatim senantiasa mendampingi dan memberikan pembinaan teknis dan adminstratif bagi KBS. Kedepannya KBS akan terus meningkatkan pengelolaan satwa, termasuk pencatatan dan tertib administrasi, demi tercapainya kesejahteraan satwa," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement