Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Penjelasan Hadits Nabi Muhammad tentang Maraknya Perzinaan Tanda Kiamat

Jumat 21 Jan 2022 16:17 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil

Ulama hadits (ilustrasi)

Ulama hadits (ilustrasi)

Foto: Blogspot.com
Perzinaan sebagai tanda kiamat disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak hadits yang menerangkan tentang tanda-tanda datangnya hari kiamat. Salah satunya yakni perzinaan. Sebagaimana hadits nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Amr: 

عن عبدالله بن عمرو قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا تقوم الساعة حتى يتسافدوا في الطريق تسافد الحمير. قلت: إن ذلك لكائن؟! قال : نعم ليكونن

Baca Juga

 Dari Abdullah bin Amr berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: tidak akan datang hari kiamat hingga mereka melakukan zina di jalan seperti keledai. Aku bertanya: apakah ini sungguh akan terjadi? Rasulullah menjawab: iya, sungguh ini akan terjadi. (HR  Ibn Hibban, al-Bazzar dan al-Tabarani, hadith sahih).

Apa makna hadits tersebut? Seperti dilansir masrawy pada Jumat (21/1) Ulama Al Azhar Mesir, Dr Abu Yazid Salamah memberikan penjelasan bahwa hadits tersebut mengabarkan bahwa itu merupakan dari sebagian tanda-tanda akhir zaman, sedikitnya rasa malu dan menyebarnya kebodohan, dan mengumbar-ngumbar syahwat di antara  manusia begitu sangat besar, bahkan ada sebagian manusia yang terjatuh dalam perbuatan keji dan melakukan zina atas penglihatannya dan pendengaran manusia.

Lebih lanjut Dr Abu Salamah mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang mencegah orang-orang berzina dan tidak pula mengutuk mereka yang berzina seperti memdapati hewan melakukan itu. Itu menunjukan sedikitnya rasa malu dan menyebarnya syahwat di akhir zaman. 

Dr Abu Salamah menjelaskan bahwa keadaan semacam ini tidak berarti orang-orang saleh  tidak ada di zaman ini. Melainkan menunjukan bahwa suaranya para ulama itu tidak didengar karena menyebarnya kebodohan dan tenggelam dalam kesenangan. 

Karena itu Dr Abu Salamah berpesan agar memberikan perhatian mendidik masyarakat khususnya generasi muda tentang nilai agama dan akhlak, memperbanyak interaksi para ulama dengan anak-anak muda, dan tidak membiarkan mereka terjerumus pada orang-orang yang memiliki jiwa sakit. 

Sumber:

https://www.masrawy.com/islameyat/others-islamic_ppl_news/details/2022/1/20/2161632/%D8%A8%D8%A7%D8%AD%D8%AB-%D8%A8%D8%A7%D9%84%D8%A3%D8%B2%D9%87%D8%B1-%D9%8A%D9%88%D8%B6%D8%AD-%D9%85%D8%B9%D9%86%D9%89-%D9%82%D9%88%D9%84-%D8%A7%D9%84%D9%86%D8%A8%D9%8A-%D9%84%D8%A7-%D8%AA%D9%82%D9%88%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D8%A7%D8%B9%D8%A9-%D8%AD%D8%AA%D9%89-%D9%8A%D8%AA%D8%B3%D8%A7%D9%81%D8%AF%D9%88%D8%A7-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%B7%D8%B1%D9%8A%D9%82#ISLAMEYAT-FEATURE

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA