Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Obat Asam Lambung Populer Bisa Picu Kanker, Jangan Sembarang Konsumsi

Jumat 21 Jan 2022 14:45 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Obat-obatan (Ilustrasi). Obat asam lambung populer, seperti lansoprazole, omeprazole, dan pantoprazole dapat meningkatkan risiko kanker lambung jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Obat-obatan (Ilustrasi). Obat asam lambung populer, seperti lansoprazole, omeprazole, dan pantoprazole dapat meningkatkan risiko kanker lambung jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Foto: Republika/Reiny Dwinanda
Penggunaan jangka panjang obat asam lambung bisa picu kanker lambung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proton Pump Inhibitors (PPI) merupakan kelompok obat yang sangat umum diresepkan untuk jangka pendek kepada pasien dengan masalah asam lambung. Akan tetapi, tak sedikit pasien yang menggunakan obat ini atas inisiatif sendiri dalam jangka panjang.

Penggunaan PPI yang berulang dalam jangka panjang dan tanpa konsultasi dokter secara berkala bisa membawa risiko tersendiri bagi kesehatan pasien. Salah satu di antaranya adalah kanker lambung.

Baca Juga

PPI pada dasarnya merupakan kelompok obat yang bekerja pada sel-sel di dalam lambung. Fungsi dari PPI adalah untuk menurunkan jumlah asam yang diproduksi lambung. Beberapa contoh obat PPI adalah esomeprazole, lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, dan rabeprazole.

Dua studi terbaru menemukan adanya hubungan antara penggunaan PPI dalam jangka panjang dengan risiko kanker lambung. Peningkatan risiko ini bisa mencapai dua kali lipat lebih besar.

Studi pertama dilakukan oleh peneliti dari University College London, Inggris pada 2012-2015. Selama periode tersebut, ada sebanyak 3.271 partisipan yang menggunakan obat PPI dan 21.729 partisipan yang menggunakan obat H2 blocker.

H2 blocker merupakan sekelompok obat yang juga berfungsi untuk menurunkan produksi asam di lambung. Beberapa contonya adalah cimetidine, famotidine, nizatidine, dan ranitidine.

Di pengujung masa pemantauan, ada 153 partisipan yang terdiagnosis dengan kanker lambung. Peneliti menemukan tak adanya hubungan antara H2 blocker dengan peningkatan risiko kanker lambung. Akan tetapi, penggunaan PPI tampak berkaitan dengan peningkatan risiko kanker lambung hingga dua kali lipat.

Studi kedua dilakukan oleh peneliti dari University of Hong Kong dan melibatkan lebih dari 60 ribu pasien. Para pasien ini menggunakan obat PPI untuk mengatasi masalah infeksi bakteri H pylori. Seperti diketahui, PPI tak hanya digunakan untuk mengobati masalah asam lambung seperti GERD, tetapi juga infeksi bakteri H pylori.

Bakteri yang hidup di dalam saluran pencernaan ini bisa menyebabkan tukak dan meningkatkan risiko kanker lambung. Berdasarkan studi, peneliti menemukan bahwa penggunaan PPI dalam jangka panjang justru meningkatkan risiko kanker lambung lebih dari dua kali lipat.

Studi dari Swedia pada pasien yang menggunakan PPI juga menunjukkan hasil serupa. Akan tetapi, beberapa penelitian mendapatkan temuan yang berlawanan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA