Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Mantan Paus Benediktus Dituduh Gagal Atasi Kasus Pelecehan Gereja Munich

Jumat 21 Jan 2022 10:56 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

Paus Benediktus  XVI

Paus Benediktus XVI

Foto: AP/Alessandra Tarantino
Laporan mengatakan setidaknya ada 497 korban pelecehan, terutama laki-laki muda.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Mantan Paus Benediktus XVI gagal mengambil tindakan terhadap pastor dalam empat kasus dugaan pelecehan seksual di keuskupan agung ketika dia menjadi Uskup Agung Munich. Laporan yang ditemukan pada Kamis (20/1/2022), menambah skandal yang melanda Gereja Katolik.

Benedict sebelumnya telah membantah melakukan kesalahan atas kasus-kasus tersebut. Firma hukum Munich Westpfahl Spilker Wastl (WSW) diminta pada 2020 untuk menyelidiki tuduhan pelecehan seksual di Keuskupan Agung Munich dan Freising antara 1945-2019. Laporan yang ditugaskan oleh Keuskupan Agung itu mengatakan setidaknya ada 497 korban pelecehan, terutama laki-laki muda. Banyak kasus lain yang mungkin belum dilaporkan.

Pengacara WSW ditugaskan untuk mencari informasi orang yang dianggap mengetahui apa yang terjadi di Keuskupan Agung dan tindakan apa pun yang mereka ambil. Perhatian dipusatkan pada Joseph Ratzinger yang kemudian menjadi Paus Benediktus XVI dan sebelumnya menjabat sebagai Uskup Agung Munich dan Freising antara 1977- 1982.

Pengacara WSW Martin Pusch mengatakan Ratzinger tidak melakukan apa pun terhadap pelecehan dalam empat kasus dan tampaknya tidak ada minat yang ditujukan kepada pihak-pihak yang dirugikan.

"Dalam total empat kasus, kami sampai pada kesimpulan bahwa Uskup Agung Kardinal Ratzinger dapat dituduh melakukan pelanggaran dalam kasus pelecehan seksual. "Dia masih mengklaim tidak tahu bahkan jika, menurut kami, itu sulit untuk didamaikan dengan dokumentasi,"  kata Pusch.

Mantan sekretaris Paus, Uskup Agung Georg Ganswein, mengatakan Benediktus baru saja melihat laporan itu. Dia akan memberikan teks perhatian yang diperlukan dalam beberapa hari ke depan.

"Paus emeritus, seperti yang sering dia lakukan selama masa kepausannya, mengungkapkan keterkejutan dan rasa malu atas pelecehan anak di bawah umur oleh para pastor," kata Ganswein.

Ganswein menambahkan bahwa Benediktus berdoa untuk para korban. Benediktus telah tinggal di Vatikan sejak mengundurkan diri sebagai Paus pada 2013.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA