Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Dosa Membunuh Manusia, Apakah Diampuni Allah SWT?

Jumat 21 Jan 2022 08:14 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Pembunuhan

Ilustrasi Pembunuhan

Foto: pixabay
Apakah dosa membunuh manusia diampuni Allah SWT?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap orang bisa melakukan kesalahan dan dosa. Namun bagaimana jika seseorang melakukan dosa besar seperti membunuh dengan sengaja. Apakah Allah akan mengampuninya?

Melansir laman aboutislam.net, Jumat (21/1/2022), ulama Kanada Syekh Ahmad Kutty menjelaskan dalam surat al Furqan ayat 68-71,

Baca Juga

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا.يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا.يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا.إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا.وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا

dan orang-orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat, (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Dan barang siapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.

Seseorang yang bersalah bahkan atas kejahatan atau dosa yang paling keji dapat ditebus dengan bertobat kepada Allah. Seperti kasus Wahsyi bin Harb yang membunuh Hamzah, dan kisah orang yang membunuh seratus orang, dan kemudian ingin bertobat dan menebus dirinya sendiri. Dia sedang dalam perjalanan untuk melakukan itu, dan kemudian dia meninggal, dan kemudian para malaikat rahmat membawa jiwanya naik ke surga yang lebih tinggi setelah mendapat ridho Allah.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA