Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Golkar Punya Basis Pemilih di Jabar, Ini yang Harus Disiapkan

Jumat 21 Jan 2022 01:19 WIB

Red: Muhammad Akbar

Jaro Ade bersama ketua umum partai Golkar Airlangga Hartarto

Jaro Ade bersama ketua umum partai Golkar Airlangga Hartarto

Foto: istimewa
setidaknya ada tiga hal yang harus benar-benar disiapkan Golkar Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jawa Barat dinilai memiliki basis pemilik tradisional yang dominan di wilayah Jawa Barat. Untuk itu diperlukan adanya penanganan secara serius dalam bentuk konsolidasi vertikal maupun horisontal.

“Mendekati tahun politik dan pesta demokrasi, Golkar harus cekatan menata dan menyiapkan instrumen pertarungan dalam menghadapi kontestasi tersebut, khususnya di Jawa Barat,” kata Jaro Ade, wakil ketua DPD Provinsi Jawa Barat yang juga mantan ketua DPD Partai Golkar dua periode Kabupaten Bogor, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Ade menilai setidaknya ada tiga hal yang harus benar-benar disiapkan Golkar Jawa Barat. Pertama, kata dia, mengawal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai habis masa jabatannya.

Kedua, kata Ade, berbenah diri menyiapkan mesin pertarungan dalam pemilu legislatif (pileg), pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan kepala daerah (pilkada). Lalu yang ketiga memberikan fungsi pelayanan dan pembelajaran politik yang maksimal kepada masyarakat, khususnya Jawa Barat.

“Sehingga diperlukan adanya keseriusan pembenahan kondisi Partai Golkar Jawa Barat, mulai dari struktur yang definitif agar jelas tugas pokok dan fungsinya serta konsolidasi jaringan grass root yang sempat tersendat karena didera masalah yang timbul di dalam tubuh partai,” tuturnya.

Ade menilai sekarang adalah waktu tepat untuk berbenah untuk mengembalikan Partai Golkar di Jawa Barat semakin kuat. Ia berharap perlu adanya usaha merangkul dan bergerak bersama untuk menghidupkan kembali kekuatan Golkar.

"Saya berharap jika Kang Ace Hasan selaku PLT ketua DPD Jabar sudah siap,  maka segera meminta restu ketua umum untuk merapatkan barisan dengan karya kekaryaan dan para ketua DPD tingkat dua untuk melakukan Musdalub dengan menjadikan Kang Ace Hasan sebagai ketua Definitif DPD Golkar Provinsi Jawa Barat,” tegasnya.

Menurut Ade, persoalan semacam ini hendaknya jangan sampai berlarut-larut. Waktu dua tahun untuk menghadapi aneka perhelatan demokrasi, kata dia, bukanlah waktu yang lama.

“Pembenahan partai menjadi sangat penting, mengingat salah satu tugas utama ketua DPD definitif adalah mengantarkan ketua umum partai Golkar Airlangga Hartarto bisa menjadi presiden,” ujarnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA