Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Relawan Anies Sebut Ada yang Meretas WAG Mileanies24

Kamis 20 Jan 2022 21:53 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Andi Nur Aminah

Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies24, Muhammad Ramli Rahim

Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies24, Muhammad Ramli Rahim

Foto: Dok Pribadi
Peretasan itu diperkirakan karena gerakan yang mengusung Anies maju ke Pilpres 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu kelompok relawan Anies Rasyid Baswedan, Mileanies24, mengaku jika WhatsApp (WA) para relawan diretas. Menurut Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies24, Muhammad Ramli Rahim, peretasan itu diperkirakan karena gerakan yang mengusung Anies maju ke Pilpres 2024 nanti, mengganggu beberapa pihak.

“Kemarin sore, sekitar pukul 17.18 WIB, aplikasi Whatsapp saya diretas, saya tak menyadarinya karena sedang serius mengerjakan sesuatu dan berniat membuka aplikasi WA nanti sekitar pukul 21.23 WIB,” kata Ramli dalam keterangannya, Kamis (20/1).

Baca Juga

Namun demikian, kata dia, aplikasi perpesanan WhatsApp miliknya tidak bisa dibuka kembali meski verifikasi telah terkirim ke nomor tujuan. Dengan adanya kendala tersebut, kata dia, aplikasi memberi waktu lanjutan 48 jam untuk verifikasi lanjutan.

“Satu persatu kawan-kawan Mileanies24 menghubungi saya karena satu persatu anggota WAG dikeluarkan dari WAG Mileanies24 di berbagai provinsi,” tuturnya.  

Dia menuturkan, dalam kelompok relawan yang tergabung di Mileanies 24, ada perwakilan dari 34 provinsi, selain dari satu WA grup jaringan nasional. Meski demikian, lanjut dia, grup tersebut telah ditindaklanjuti oleh operator WA dan dipulihkan.

“Peretasan ini cukup aneh karena semua WAG Mileanies24 diganggu dan dibubarkan. Namun WAG perusahaan saya, WAG sekolah, WAG keluarga dan WAG persahabatan tidak diganggu sama sekali,” jelas Ramli.

Dia menambahkan, hingga petang tadi, WA grup di 33 provinsi masih raib, hanya satu yang mampu terselamatkan.

 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA