Kamis 20 Jan 2022 17:30 WIB

Vaksinasi Anak di Jakarta Barat Dilakukan di Tengah Penanganan Banjir

Vaksinasi anak di Cengkareng Jakarta Barat tetap dilakukan saat banjir

Red: Nur Aini
Seorang warga berjalan di tengah banjir di kawasan Cengkareng, Jakarta, Selasa (18/1/2022). Banjir tersebut terjadi karena buruknya drainase di kawasan itu serta tingginya instensitas hujan pada Selasa (18/1) siang.
Foto: ANTARA/FAUZAN
Seorang warga berjalan di tengah banjir di kawasan Cengkareng, Jakarta, Selasa (18/1/2022). Banjir tersebut terjadi karena buruknya drainase di kawasan itu serta tingginya instensitas hujan pada Selasa (18/1) siang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Jakarta Barat memastikan penanganan banjir di Kecamatan Cengkareng berjalan beriringan dengan program vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

"Kita pastikan vaksinasi anak tetap berjalan. Di setiap kelurahan vaksin anak masih berlangsung sampai sekarang," kata Camat Cengkareng Ahmad Faqih saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Baca Juga

Faqih menyebut, sejauh ini penanganan banjir tidak menghambat proses vaksinasi anak. Berdasarkan data sekolah, capaian vaksinasi anak di wilayahnya hingga saat ini sudah mencapai 95 persen atau 42.000 anak dari 43.000 anak yang menjadi sasaran. Sedangkan, capaian vaksinasi berdasarkan data Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, baru mencapai 70 persen dari 63.000 jiwa.

Menurut Faqih, ada beberapa kendala yang dia alami dalam mengejar capaian target data sesuai dengan data Dinas Dukcapil DKI Jakarta. Salah satunya yakni kesulitan mencari anak yang tidak sekolah, tapi masih berusia 6 sampai 7 tahun. Pihaknya kini tengah melakukan upaya jemput bola atau "door to door" vaksinasi guna mencapai target tersebut dalam waktu dekat.

Baca: Sampah Danau Singkarak Sulitkan Nelayan Mencari ikan

Terkait penanganan banjir, pihaknya telah mengerahkan personel Suku Dinas Air tingkat kelurahan dan kecamatan untuk membersihkan saluran di kawasan RW 11, 08 dan 10 Kelurahan Cengkareng Barat. Selain itu, pihaknya juga mengerahkan tiga mesin pompa air untuk menyedot air yang menggenangi permukiman untuk dibuang ke kali Semonggol.

Alhasil, saat ini ketinggian air sudah mencapai 10 hingga 20 sentimeter. "Itu masih sekitar 10 sampai 20 sentimeter tergenang. Itu karena pengaruh rob juga kan," kata Faqih.

Baca: Enam WNI di Tonga Selamat Pascaletusan Gunung Berapi dan Tsunami

Baca: Harga Minyak Goreng di Supermarket Cirebon Sudah Turun

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement