Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Tenang Moms, Covid-19 tak Menular Lewat ASI!

Kamis 20 Jan 2022 16:05 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Ibu Positif Covid-19 masih tetap bisa menyusui bayinya. Covid-19 tidak menular melalui ASI, menurut studi terbesar saat ini yang dilakukan oleh University of California, AS.

Ibu Positif Covid-19 masih tetap bisa menyusui bayinya. Covid-19 tidak menular melalui ASI, menurut studi terbesar saat ini yang dilakukan oleh University of California, AS.

Foto: republika.co.id
Studi terbesar mengungkap tidak ada bukti ASI jadi sarana penularan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian ibu yang terkena Covid-19 merasa ragu menyusui karena khawatir bayinya akan tertular melalui ASI. Sebuah temuan dalam studi terbaru memberi kabar baik kepada para ibu menyusui.

Berdasarkan studi, tak ada bukti yang menunjukkan bahwa ASI bisa menjadi sarana penularan Covid-19 dari ibu yang terinfeksi SARS-CoV-2 kepada bayi. Hasil studi tersebut dimuat dalam jurnal Pediatric Research.

Baca Juga

Peneliti mengatakan, sebagian kecil ASI mungkin memiliki materi genetik Covid-19. Akan tetapi, bukan berarti ada partikel virus menular yang bisa memperbanyak diri di dalam ASI.

Studi yang dilakukan peneliti dari University of California ini menganalisis 110 sampel ASI dari ibu menyusui yang mendonasikan ASI mereka kepada Mommy's Milk Human Milk Biorepository di University of California pada Maret hingga September 2020. Dari 110 ibu menyusui yang terlibat dalam studi ini, sebanyak 65 orang di antaranya positif Covid-19.

Selain itu, ada pula sembilan ibu menyusui yang bergejala, namun negatif Covid-19. Lalu, ada 36 ibu menyusui yang bergejala, tetapi tidak menjalani tes Covid-19.

Dari studi ini, peneliti Paul Krogstad dan tim menemukan adanya materi genetik (RNA) SARS-CoV-2 pada ASI yang berasal dari tujuh ibu menyusui. Sebagian ibu ini bergejala dan terkonfirmasi Covid-19, dan sebagian lainnya bergejala namun belum tes Covid-19.

Sampel ASI dari ketujuh ibu menyusui tersebut kembali diambil untuk kedua kalinya dalam kurun waktu 1-97 hari kemudian. Dari sampel kedua ini, peneliti tidak menemukan adanya RNA SARS-CoV-2.

Setelah mengkultur sampel ASI, peneliti juga tidak menemukan adanya materi genetik menular SARS-CoV-2 (SgRNA). Keberadaan SgRNA merupakan indikator dari replikasi virus.

Peneliti juga memeriksa bayi yang mendapatkan ASI yang mengandung RNA SARS-CoV-2 dari tujuh ibu menyusui. Hasilnya, tak ditemukan adanya bukti klinis infeksi atau penularan Covid-19 pada bayi-bayi tersebut.

Terkait temuan ini, tim peneliti menyadari bahwa studi yang mereka lakukan hanya menggunakan sedikit sampel. Oleh karena itu, ada faktor-faktor potensial untuk memprediksi keberadaan RNA SARS-CoV-2 dalam ASI yang mungkin tidak tersoroti dalam studi ini.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA