Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Beijing Tingkatkan Pemeriksaan Industri Makanan Beku

Kamis 20 Jan 2022 15:47 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha

Makanan beku. Ibu kota China, Beijing, meningkatkan upaya untuk mengekang infeksi Covid-19 dengan memerintahkan pemeriksaan di antara perusahaan-perusahaan makanan dan minuman beku.

Makanan beku. Ibu kota China, Beijing, meningkatkan upaya untuk mengekang infeksi Covid-19 dengan memerintahkan pemeriksaan di antara perusahaan-perusahaan makanan dan minuman beku.

Foto: flickr
Inspeksi terhadap industri makanan beku dilakukan karena ditemukan sejumlah kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Ibu kota China, Beijing, meningkatkan upaya untuk mengekang infeksi Covid-19 dengan memerintahkan pemeriksaan di antara perusahaan-perusahaan makanan dan minuman beku. Pemerintah pun mendesak penduduk untuk memotong pertemuan yang tidak perlu.

Kota Beijing segera meluncurkan inspeksi penuh atas industri rantai makanan dan minuman dingin. Pemerintah pun membuat pengujian staf dan barang lebih sering, setelah beberapa infeksi ditemukan pada pekerja penyimpanan dingin.

Baca Juga

Otoritas Kesehatan Beijing Warga disarankan untuk mengurangi pergerakan dan pertemuan yang tidak perlu, sementara anak-anak, orang tua, dan orang-orang dengan kesehatan yang lebih lemah harus menghindari tempat-tempat umum yang ramai.

Beijing memiliki tiga infeksi menular dalam negeri dengan gejala yang dikonfirmasi pada Rabu (19/1/2022). Kota ini telah melaporkan kurang dari sepuluh infeksi Covid-19 lokal sejak 15 Januari, dengan varian Delta dan Omicron terdeteksi.

Tapi, pemerintah kota dan pusat masih bekerja di bawah pedoman untuk mengendalikan penyebaran virus sesegera mungkin. Strategi ini mengambil urgensi ekstra karena Beijing dan provinsi tetangga Hebei akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin mulai 4 Februari, sementara musim perjalanan Tahun Baru Imlek yang sedang berlangsung meningkatkan risiko penularan virus secara nasional.

Komisi Kesehatan Nasional pada Kamis (20/1/2022), secara nasional, China melaporkan total 43 infeksi menular lokal dengan gejala yang dikonfirmasi untuk 19 Januari, turun dari 55 sehari sebelumnya. Tidak ada laporan kematian baru, sehingga jumlah kematian mencapai 4.636 jiwa. Pada 19 Januari, China daratan memiliki 105.411 kasus yang dikonfirmasi, termasuk yang lokal dan yang datang dari luar negeri.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA