Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Tragedi Jenazah Warga Vietnam di Kontainer, Terdakwa Divonis 15 Tahun

Kamis 20 Jan 2022 11:42 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

Pemerintah Vietnam sedang menunggu pemulangan 39 mayat yang meninggal di dalam truk kontainer di London.

Pemerintah Vietnam sedang menunggu pemulangan 39 mayat yang meninggal di dalam truk kontainer di London.

Foto: Youtube
Terdakwa dalam tragedi jenazah warga Vietnam di kontainer divonis 15 tahun penjara

REPUBLIKA.CO.ID, BRUGES -- Kepala geng perdagangan manusia Vietnam dijatuhi hukuman 15 tahun penjara oleh pengadilan Belgia pada Rabu (19/1/2022). Putusan itu diberikan atas pembunuhan 39 warga Vietnam yang mati lemas dalam peti kemas kedap udara yang diselundupkan ke Inggris pada 2019.

Pengadilan di Bruges juga memerintahkan Vo Van Hong berusia 45 tahun untuk membayar denda 920 ribu euro dan memberikan hukuman penjara antara 18 bulan hingga 10 tahun kepada 17 orang lainnya. Mereka berperan dalam penyelundupan manusia skala besar dari Vietnam ke Inggris.

Baca Juga

Panel tiga hakim mengatakan dalam putusan setebal 234 halaman bahwa mereka yang dihukum telah secara sewenang-wenang mengeksploitasi para korban yang masing-masing dikenai biaya hampir 25 ribu euro untuk perjalanan ke Inggris. Para tersangka pun memperlakukan korban sebagai kargo yang tidak manusiawi.

Beberapa tersangka yang dihukum adalah 11 orang dari Vietnam atau asal Vietnam. Mereka membiarkan harta bendanya digunakan sebagai tempat pertemuan para migran, memilah-milah dokumen atau kartu SIM ponsel untuk para korban atau bertindak sebagai perantara.

Sebanyak enam sopir taksi yang membawa migran terutama dari Brussel ke tempat pertemuan untuk berbagai operasi perdagangan manusia, juga dihukum. Pemimpin sopir taksi itu seorang pria Maroko yang terus melanjutkan kegiatan ini bahkan setelah peristiwa Oktober 2019.

Mayat 39 orang Vietnam ditemukan di dalam truk kontainer yang dinaiki kapal di pelabuhan Zeebrugge, Belgia. Penemuan begitu banyak orang tewas di bagian belakang truk di kawasan industri di sebelah timur London mengejutkan Inggris dan Vietnam.

Tahun lalu, pengadilan Inggris menghukum empat pria, termasuk dua pengemudi truk, karena pembunuhan dan pelanggaran imigrasi dan menjatuhkan hukuman penjara antara 13 hingga 27 tahun.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA