Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Dukung Pariwisata, Bandara di Pagar Alam Dikembangkan

Kamis 20 Jan 2022 10:01 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Gita Amanda

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengembangkan Bandara Atung Bungsu yang berada di Desa Mingkik, Kecamatan Dempo, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) untuk mendukung pariwisata.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengembangkan Bandara Atung Bungsu yang berada di Desa Mingkik, Kecamatan Dempo, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) untuk mendukung pariwisata.

Foto: ANTARA/Nova Wahyudi
Kota Pagar Alam menjadi salah satu destinasi wisata potensial di Sumsel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengembangkan Bandara Atung Bungsu yang berada di Desa Mingkik, Kecamatan Dempo, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) untuk mendukung pariwisata. Pemerintah Kota Pagar Alam sudah menyerahkan pengelolaan bandara tersebut kepada Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub pada awal 2020.

“Dua tahun lalu saya datang kesini keadaanya belum baik. Sekarang kondisinya bandara ini sudah di atas rata-rata untuk bandara dengan panjang runway 1.600 meter yang ada di Indonesia,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga

Budi mengatakan, Kota Pagar Alam menjadi salah satu destinasi wisata potensial di Sumsel. Budi menilai, pariwisata menjadi suatu kegiatan yang menghasilkan pendapatan bagi daerah. "Kalau banyak tamu datang kesini, maka ekonomi daerah dan nasional akan bergerak,” tutur Budi.

Menhub mengajak pemerintah daerah untuk mendukung optimalisasi prasarana dan sarana transportasi yang sudah ada. Khususnya mempromosikan potensi wisata yang ada di Pagar Alam.

“Prasarana bandaranya sudah memadai, tinggal dukungan Pemda untuk proaktif mengoptimalkan penerbangannya, berkolaborasi dengan daerah sekitarnya untuk meningkatkan tingkat keterisian penumpang,” jelas Budi.

Wali Kota Pagar Alam Alpian Maskoni berterima kasih dengan adanya pengembangan fasilitas transportasi udara di Pagar Alam. Alpian mengungkapkan, sebagai kota yang mengandalkan sektor pariwisata, kehadiran prasarana dan sarana transportasi dapat melancarkan konektivitas dari dan menuju Pagar Alam.

“Kami berharap kondisi kota Pagar Alam yang sempat terpuruk karena pandemi dapat segera pulih kembali. Dengan kehadiran bandara yang megah ini, diharapkan dapat segera diikuti penambahan penerbangan secara rutin,” ucapnya.

Selain penambahan fasilitas transportasi udara, Kemenhub juga memberikan bantuan satu unit bus sekolah kepada Pemkot Pagar Alam pada 2020. Kota Pagar Alam juga memiliki banyak potensi wisata seperti air terjun, perkebunan, situs batu megalitikum dan wahana petualangan.

Saat ini, Bandara Atung Bungsu memiliki landasan pacu seluas 1.500 meter dan terminal penumpang seluas 2.350 meter peraegi yang dapat menampung sebanyak 233 ribu lebih penumpang pertahunnya. Bandara tersebut melayani penerbangan Wings Air setiap hari dengan rute Palembang-Pagar Alam-Palembang dan penerbangan perintis Susi Air empat kali seminggu dengan rute Bengkulu-Pagar Alam -Palembang.

Semenjak pandemi, kini hanya dilayani oleh maskapai Susi Air. Meskipun begitu, tren jumlah penumpang setiap tahunnya semakin meningkat karena pada 2020 terdapat 170 penumpang dan pada 2021 menjadi 804 penumpang.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA