Kamis 20 Jan 2022 07:37 WIB

PM Kanada: Rusia Cari Dalih untuk Serang Ukraina

Rusia mencari alasan untuk melanjutkan dan bahkan meningkatkan agresinya ke Ukraina

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau
Foto: AP/Alastair Grant/AP POOL
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA – Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau turut mengomentari ketegangan antara Ukraina dan Rusia. Dia menuding Moskow sedang mencari dalih untuk menyerang Kiev.

“Salah satu hal yang telah kami lihat adalah bahwa Rusia mencari alasan untuk melanjutkan dan bahkan meningkatkan agresinya terhadap Ukraina,” kata Trudeau kepada awak media di Ottawa, Rabu (19/1/2022), dikutip laman Global News.

Baca Juga

Mengambil sikap seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, dan NATO, Trudeau menekankan, Kanada akan mendukung Ukraina. “Kami melihat banyak faktor berbeda ketika kami membuat keputusan tentang cara terbaik untuk mendukung rakyat Ukraina. Intinya adalah kami akan berada di sana untuk terus mendukung rakyat Ukraina melalui berbagai tingkatan dan lapisan dukungan,” ucapnya.

Dia tak menyinggung apakah Kanada akan turut memberikan atau menyediakan bantuan militer kepada Ukraina seperti halnya Inggris dan AS. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengucapkan terima kasih kepada AS atas bantuan militer yang diberikan kepada negaranya. “Saya ingin mengucapkan terima kasih secara pribadi, dan Presiden (Joe) Biden serta pemerintah AS atas dukungan kalian, untuk bantuan militer ke Ukraina, untuk meningkatkan bantuan ini,” kata Zelensky saat bertemu Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di Kiev, Rabu.

Pemerintahan Biden telah mengumumkan akan memberikan tambahan sebesar 200 juta dolar AS dalam bentuk bantuan militer defensif kepada Ukraina. “Kami berkomitmen pada kedaulatan serta integritas wilayah Ukraina dan akan terus memberikan dukungan yang dibutuhkan Ukraina,” kata pejabat senior Departemen Luar Negeri AS.

Dia mengungkapkan, bantuan tersebut telah disetujui pada akhir Desember tahun lalu. Namun pemerintahan Biden memang menolak membukanya kepada publik hingga diumumkan pada Rabu. Gedung Putih telah mengatakan bahwa Rusia dapat melancarkan serangan ke Ukraina kapan saja.

Antony Blinken telah meminta Presiden Rusia Vladimir Putin memilih jalan damai untuk menyelesaikan ketegangan di perbatasan Ukraina. Blinken mengaku masih melihat intensi Moskow untuk melancarkan agresi ke Kiev.  “Saya sangat, sangat berharap bahwa kita dapat menjaga ini di jalur diplomatik dan damai. Tapi pada akhirnya, hal ini akan menjadi keputusan Presiden Putin,” kata Blinken saat berbicara di Kedutaan Besar AS di Kiev.

Menurut Blinken, Putin masih berkeinginan mengerahkan lebih banyak pasukan ke perbatasan Rusia-Ukraina. “Kami tahu ada rencana untuk meningkatkan kekuatan itu, bahkan lebih, dalam waktu yang sangat singkat. Itu memberi Presiden Putin kemampuan, juga dalam waktu yang sangat singkat, untuk mengambil tindakan agresif lebih lanjut terhadap Ukraina,” ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement