Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Industri Fintech Mampu Sumbang Rp 60 Triliun ke PDB Selama Pandemi

Kamis 20 Jan 2022 03:25 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Fintech (ilustrasi).  Berdasarkan riset yang membahas tentang financial and technology (Fintech) Duniafintech.com, industri fintech mampu menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,45 persen dan menyumbang terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar lebih dari Rp 60 triliun.

Fintech (ilustrasi). Berdasarkan riset yang membahas tentang financial and technology (Fintech) Duniafintech.com, industri fintech mampu menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,45 persen dan menyumbang terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar lebih dari Rp 60 triliun.

Foto: Republika
Industri fintech diyakini beri nilai tambah dalam meningkatkan akses keuangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Financial technology (fintech) telah memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Berdasarkan riset yang membahas tentang financial and technology (Fintech) Duniafintech.com, industri fintech mampu menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,45 persen dan menyumbang terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar lebih dari Rp 60 triliun.

Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengatakan industri fintech memberikan nilai tambah dalam meningkatkan akses keuangan dan kemandirian finansial.

“Kami optimis bahwa pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dalam industri jasa keuangan, khususnya fintech, akan memberikan nilai tambah dalam meningkatkan akses keuangan dan kemandirian finansial masyarakat, sehingga pada akhirnya mampu mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat webinar, Rabu (19/1/2022).

Menurutnya persoalan Fintech juga bukan hanya soal kredit, pinjaman, pendanaan dan lain-lain. Tetapi, juga salah satu ekosistem pendukungnya. Tak terkecuali blockchain. 

Sementara itu Chairwoman Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) Asih Karnengsih menambahkan saat ini Bitcoin, kripto, decentralized finance serta NFT juga memberikan kontribusi saat pandemi.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa perusahaan financial technology menjadi penopang saat era digitalisasi. Bahkan, fintech juga mampu mengangkat perekonomian dan mensejahterakan masyarakat Indonesia di saat pandemi. Dalam hal ini, fintech dapat mengambil peran dalam proses pemulihan ekonomi,” ucapnya.

Media berita dan riset yang membahas tentang financial and technology (Fintech), Duniafintech.com, kembali menggelar Malam Penganugerahan Duniafintech Awards kedua kalinya, 18 Januari 2022. Kali ini, apresiasi diberikan kepada sejumlah startup yang berkontribusi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Pemimpin Redaksi Duniafintech.com Gemal A.N. Panggabean seluruh stakeholder harus memberikan edukasi dengan komunikasi yang efektif dan efisien untuk memerangi praktik pinjaman online (pinjol) ilegal.

“Jika pinjol ilegal ditindak, maka fintech legal dan berprestasi harus diberi apresiasi. Maka itu, acara Duniafintech Awards diharapkan dapat membangkitkan semangat para stakeholder fintech dan ekosistemnya sehingga bisa bersemangat memberikan edukasi lebih kepada masyarakat,” ucapnya.

Adapun daftar lengkap pemenang Duniafintech Awards tahun ini sebagai berikut:

1. Fintech BNPL Terbaik : Akulaku Finance

2. Fintech Produktif terbaik : Akseleran

3. Fintech Dana Tunai Terbaik : Kredit Pintar

4. Startup Aset Kripto Terbaik : Indodax

5. Insurtech Terbaik : Lifepal

6. Fintech dengan Pinjaman UMKM Terbaik : Modalku

7. Startup Payment Gateway Terbaik : Xendit

8. Startup Open Finance Terbaik : Finantier

9. Fintech Paling Inovatif : Paper.id

10. Platform Trading Paling Inovatif : Nobi

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA