Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

KNPI Jabar Terima Tantangan Arteria Dahlan

Rabu 19 Jan 2022 19:55 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Bilal Ramadhan

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan

Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
KNPI Jabar tidak akan ragu untuk melaporkan Arteria Dahlan ke Mahkamah Kehormatan DPR

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat meminta setiap pejabat publik tidak asal dalam berbicara. Menurut Ketua KNPI Jawa Barat, Ridwansyah Yusuf Achmad, selain tidak mengeluarkan pernyataan kontroversial, para tokoh inipun harus tahu tempat dan waktu dalam menyampaikan setiap isi hati.

Hal tersebut, disampaikan Ridwansyah Yusuf menyikapi pernyataan anggota DPR dari PDIP, Arteria Dahlan, yang meminta Jaksa Agung memecat kajati yang berbicara menggunakan bahasa Sunda di saat rapat.

Baca Juga

Menurut Yusuf, apa yang diucapkan Arteria Dahlan sangat tidak tepat apalagi oleh anggota DPR . Karena, ia menilai, hal ini bisa memicu perselisihan di masyarakat. Bahkan, kritik yang diucapkan Arteria terkait bahasa Sunda bisa menimbulkan konflik primordial."Kita lelah dengan pertengkaran," ujar Yusuf di Bandung, Rabu (19/1/2022).

Seorang pejabat publik, kata dia, harus bijak dalam mengeluarkan pernyataan apalagi jika sedang berada di forum umum.

"Apalagi sebagai seorang putra Minang, Arteria Dahlan semestinya belajar petuah Minang. 'Kato nan ampek, kato mandaki, kato manurun, kato mandata, kator malereang'. Intinya, kalau bicara itu ada tempatnya," katanya.

Yusuf menilai ucapan menyinggung terkait bahasa Sunda yang disampaikan Arteria di dalam rapat DPR RI sangat tidak sesuai. "Apa yang Arteria utarakan dalam forum terhormat di DPR RI itu tidak sesuai tempatnya," katanya.

Karena itu, Yusuf menegaskan, KNPI Jawa Barat yang di dalamnya terdapat 139 organisasi kepemudaan menuntut permohonan maaf dari Arteria Dahlan atas pernyataan yang dianggap telah menyinggung warga Jawa Barat.  "Harus minta maaf, karena sudah menyinggung masyarakat Jawa Barat," katanya.

Saat ditanya terkait laporan ke Mahkamah Kehormatan Dewan DPR seperti yang diminta Arteria Dahlan, Yusuf memastikan pihaknya tidak akan ragu untuk melakukan hal itu.

"Kami siap. Meski minim teguran, setidaknya publik tahu bahwa kami, KNPI Jawa Barat, sudah bersikap," katanya.

Pada sisi lain, Yusuf memuji para pejabat publik yang tetap bangga dan konsisten dalam menggunakan bahasa daerah. "Pak Asep Mulyana (kajati yang menggunakan bahasa Sunda) ini sosok yang bijak, santun, dan berintegeritas," katanya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA