Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Mengapa Kita Dilarang Buruk Sangka kepada Sesama Muslim?

Rabu 19 Jan 2022 17:24 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

Buruk sangka sesama Muslim (Ilustrasi). Buruk sangka kepada sesama Muslim tidak diperbolehkan.

Buruk sangka sesama Muslim (Ilustrasi). Buruk sangka kepada sesama Muslim tidak diperbolehkan.

Foto: Agung Supriyanto/Republika
Buruk sangka kepada sesama Muslim tidak diperbolehkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Berburuk sangka (suuzan) menjadi salah satu penyakit hati yang sangat diwanti-wanti Islam.  

 

Baca Juga

Suuzan (berburuk sangka) kepada seorang Muslim tanpa sebab merupakan perilaku buruk dan bencana besar yang membahayakan masyarakat Islam. 

 

Namun demikian, berburuk sangka kepada Muslim yang jelas-jelas melakukan keburukan diperbolehkan.

 

Syekh Hasan Ayyub dalam kitab As-Suluk Al-Ijtima’i menjelaskan, bahwa diperbolehkannya berburuk sangka kepada Muslim yang jelas-jelas melakukan keburukan adalah berburuk sangkanya adalah jelas terhadap keburukan yang dilakukannya. 

 

Dijelaskan bahwa kebanyakan suuzan yang terjadi justru masuk ke dalam kategori yang diharamkan.

 

Maka agar lebih menuju ke arah preventif, maka umat Islam seyogianya menghindari sikap demikian. Sikap menghindari prasangka buruk ini sebagaimana firman Allah ﷻ dalam Alquran Surat Al Hujurat ayat 12: 

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

 

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahapenerima Taubat lagi Mahapenyayang.” 

 

Bahaya berprasangka buruk juga diwanti-wanti para sahabat Rasulullah  ﷺ. Dalam sebuah riwayat, Umar bin Khattab pernah berpesan demikian: 

 

لا يحلُّ لامرئ مسلم يسمع من أخيه كلمة يظنُّ بها سوءًا، وهو يجد لها في شيء من الخير مخرجًا.

 

“Janganlah kamu berprasangka dengan satu kata-kata terhadap saudaramu seiman kecuali berprasangka baik, karena bisa jadi engkau dapati kata-kata itu kandungan kebaikan.” 

Baca juga: Mualaf Syavina, Ajakan Murtad Saat Berislam dan Ekonomi Jatuh 

 

Berawal dari bisikan yang ada dalam diri kita dan tiupan setan inilah berburuk sangka sesama manusia itu muncul. Berburuk sangka sesama manusia pada gilirannya melahirkan kesombongan dalam diri seseorang. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA