Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Komunitas Jendela Depok Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Rabu 19 Jan 2022 16:46 WIB

Red: Agung Sasongko

Komunitas Jendela Depok dalam naungan Yayasan Kreasi Jalin Dermawan (KJD) menyalurkan bantuan guna mengurangi beban warga terdampak erupsi Semeru.

Komunitas Jendela Depok dalam naungan Yayasan Kreasi Jalin Dermawan (KJD) menyalurkan bantuan guna mengurangi beban warga terdampak erupsi Semeru.

Foto: dok komunitas jendela depok.
Komunitas Jendela Depok bantu warga terdampak erupsi Semeru.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Komunitas Jendela Depok dalam naungan Yayasan Kreasi Jalin Dermawan (KJD) menyalurkan bantuan guna mengurangi beban warga terdampak erupsi Semeru. Bantuan dihimpun mulai dari 8 hingga 12 Desember 2021. 

Pada proses penghimpunan ini, Komunitas Jendela Depok melibatkan Tagana Kota Depok, Karang Taruna RW.09 Cilangkap, Karang Taruna Naladhipa, Sahabat Team Jaguar, Komunitas Depok Berkreasi, Warga Mekarsari, Warga Jatijajar, dan SMK Tiara Nusa.

Baca Juga

"Alhamdulillah terkumpul Rp 9.403.000,"ungkap Kordinator Posko KJD Peduli Semeru, Ari Triana  dalam keterangan persnya, Rabu (19/1/2022)

Selanjutnya, papar Ari, bantuan yang dihimpun disalurkan kepada 57 warga terdampak erupsi di Desa Sumber Mujur, Candipuro. Adapun bantuan yang diberikan berupa sembako dan baju baru sebanyak 100 pcs.

Ari mengungkap, letusan gunung Semeru berdampak langsung pada masyarakat Kecamatan Pronojiwo dan kecamatan Adipuro, utamanya Desa Sumber Wuluh; Kecamatan Candipuro, Desa Kajar kuning, Desa Curah kobokan ;Kecamatan Pronojiwo, Desa Spituran, kabupaten Lumajang.

Dari informasi yang dihimpun, lanjutnya, ribuan kepala keluarga (KK) kehilangan harta dan sebagian lagi kehilangan sanak saudara karena menjadi korban letusan Gunung Semeru.

"Pemerintah merelokasi pemukiman yang terdampak langsung Dan membuatkan pemukiman baru di Desa Sumber mujur kecamatan Adipuro seluas 81 hektar. Lahan tersebut merupakan lahan perhutani yang selama ini di garap sekitar 247 KK warga Desa Sumber mujur,"ungkap Ari.

Secara otomatis 247 KK penggarap ini, ungkap Ari, tidak memiliki mata pencarian karena lahan yang selama ini menjadi mata pencarian mereka di pakai untuk pembangunan hunian tetap warga yang terdampak langsung erupsi gunung semeru. 

"Hal yang luput perhatikan NGO Dan lembaga lembaga sosial yang bergerak di aksi peduli Semeru adalah korban tidak langsung dari erupsi Semeru,"kata dia. Menurut Ari, situasi ini diharapkan bersama bagaimana menciptakan peluang usaha baru untuk korban tidak langsung dari erupsi Semeru.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA