Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Benarkah Makan Anggur Bisa Cegah Pikun?

Rabu 19 Jan 2022 12:42 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti

Berdasarkan penelitian, mengonsumsi anggur dapat mencegah pikun. (ilustrasi)

Berdasarkan penelitian, mengonsumsi anggur dapat mencegah pikun. (ilustrasi)

Foto: www.maxpixel.com
Ada bukti mengenai peran anggur untuk memperlambat penurunan kognitif dan penuaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keterampilan kognitif yang utuh seiring bertambahnya usia tentu menjadi keuntungan tersendiri. Para peneliti sekian lama mencari tahu makanan yang dapat membantu otak tetap sehat selama penuaan.

Peneliti menemukan, mengonsumsi anggur adalah salah satu yang pilihan tepat. Bubuk anggur setara dengan dua seperempat cangkir anggur per hari. 

Baca Juga

Konsumsi anggur secara teratur ditemukan dapat membantu mengalahkan penyakit Alzheimer dan demensia (pikun), menurut studi UCLA. Sebuah laporan di Genetic Engineering and Biotechnology News (GenEngNews) mengatakan, studi di UCLA, menemukan, mengonsumsi anggur dua kali sehari selama enam bulan melindungi dari penurunan metabolisme yang signifikan di area otak yang berhubungan dengan Alzheimer pada pasien dengan penurunan memori dini. 

Anggur telah dipelajari untuk sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antikarsinogeniknya. Dalam dekade terakhir, ada bukti yang muncul mengenai peran potensial anggur dalam memperlambat penurunan kognitif dan efek penuaan lainnya.

"Studi ini meneliti dampak anggur sebagai buah utuh versus senyawa yang diisolasi, dan hasilnya menunjukkan bahwa asupan anggur secara teratur dapat memberikan efek perlindungan terhadap penurunan dini yang terkait dengan penyakit Alzheimer," ujar peneliti utama studi," Kepala Neuronuclear Imaging Section of the Ahmanson Translational Imaging Division di UCLA, Dr (Prof) Daniel Silverman, seperti dilansir di Times Now News, Selasa (18/1/2022).

Studi percontohan ini berkontribusi pada bukti yang berkembang yang mendukung peran bermanfaat anggur dalam kesehatan neurologis dan kardiovaskular. Namun, lebih banyak studi klinis dengan kelompok subjek yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi efek yang diamati di sini.

Mengonsumsi anggur dapat menjaga aktivitas metabolisme di daerah otak yang biasanya dipengaruhi oleh tahap awal penyakit Alzheimer.

Anggur mengemas 23 gram gula per cangkir. Namun, jika memakannya dalam jumlah sedang, gula darah akan meningkat tetapi tidak secara signifikan seperti yang disebabkan oleh soda.

Anggur juga mengandung senyawa yang disebut resveratrol. Itu menurut penelitian dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga memengaruhi kadar gula darah dengan cara yang bermanfaat. Anggur mengandung antioksidan yang membantu mencegah kanker, serta memiliki sifat anti-inflamasi. Selain itu, anggur memiliki manfaat kesehatan jantung dan juga meningkatkan kekebalan.

Anggur sangat nyaman untuk dikonsumsi dengan kandungan sekitar 84 persen air dan rasa yang lezat untuk dicicipi. Tetapi meskipun anggur menawarkan banyak manfaat kesehatan, itu juga dapat lebih berbahaya jika dikonsumsi berlebih.

Jika makan dua cangkir anggur (satu porsi adalah sekitar setengah cangkir atau 16 buah anggur), itu hampir 47 gram gula, setara dengan dua batang permen. Ada risiko sakit perut yang dialami. Jadi, sebaiknya mengonsumsi anggur di waktu yang merata saat jeda makan dan tidak mengambilnya sama sekali selama jam-jam puasa.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA