Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Kapten Kriket Australia Singkirkan Alkohol Agar Pemain Muslim Rayakan Kemenangan

Rabu 19 Jan 2022 09:08 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Esthi Maharani

Pemain kriket Muslim Australia Usman Khawaja.

Pemain kriket Muslim Australia Usman Khawaja.

Foto: Reuters
Kapten kriket Australia singkirkan sampanye agar pemain muslim rayakan kemenangan

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Kapten kriket Australia, Pat Cummins, mendapat pujian atas sikapnya yang luar biasa dengan menyingkirkan sampanye (alkohol) agar rekan setimnya yang Muslim, Usman Khawaja, dapat bergabung dalam perayaan kemenangan timnya. Tim kriket Australia ini mencatatkan kemenangan 4-0 atas Inggris pada Ahad (16/1/2022).

Cummins memperhatikan Khawaja, yang merupakan pemain Muslim, melompat dari panggung saat rekan-rekan satu timnya membuka botol sampanye, sebagai sebuah gaya dalam banyak kemenangan olahraga.

Tak berpikir lama, Cummins lantas menginstruksikan para pemain untuk menyingkirkan botol-botol itu sebelum memanggil kembali Khawaja ke atas panggung. Sikap sang kapten ini kemudian menuai berbagai pujian, karena dinilai menghormati keyakinan rekan timnya.  

"Usman Khawaja harus melewatkan bagian dari perayaan lebih awal hari ini karena alkohol hadir, tetapi Pat Cummins memastikan dia dipanggil dan minumannya disingkirkan #AUSvENG #Cricket," tulis editor olahraga Saj Sadiq di Twitter, dilansir di laman About Islam, Selasa (18/1/2022).

Khawaja kemudian memuji rekan setimnya itu karena menunjukkan bentuk kasih sayang dan menghentikan perayaan dengan cara menyemprotkan sampanye, sehingga dia bisa bergabung dengan timnya untuk merayakan kemenangan.

"Jika video ini tidak menunjukkan kepada Anda bahwa anak laki-laki ini mendukung saya, saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Mereka menghentikan perayaan sampanye mereka sehingga saya bisa bergabung kembali. Inklusivitas dalam permainan dan nilai-nilai kami sebagai olahraga sangat penting. Saya merasa kami sedang tren ke arah yang benar," tulis cuitan Khawaja di Twitter.

Insiden itu mengingatkan langkah serupa oleh mantan kapten Inggris Alastair Cook pada 2018, ketika mereka merayakan keberhasilan Tes.

Saat para pemain Inggris bersiap untuk perayaan sampanye mereka, Cook melihat Moeen Ali berdiri menjauh dari rekan-rekannya karena dia tidak ingin bergabung karena keyakinannya. Karena itulah, Cook memutuskan untuk menghindari perayaan alkohol untuk mengizinkan pemain Muslim itu bergabung.

Para fans memperhatikan gerakan Cummins setelah perayaan di Australia pada Ahad tersebut, dan ramai-ramai memberikan pujian kepada sang kapten di media sosial.

"Ini mungkin isyarat kecil tetapi inilah yang membuat Pat Cummins hebat," tulis seorang penggemar.

"Dia menyadari Khawaja harus turun karena minuman keras dan memperbaikinya," tulis penggemar.

"Pat Cummins meminta rekan satu timnya untuk berhenti membuang alkohol sehingga Usman Khawaja dapat bergabung karena keyakinannya. Itu manis," tulis pengguna lainnya.

Islam memang bersikap tegas dalam melarang minuman keras. Dalam hal ini, Islam melarang umatnya dari meminum atau bahkan menjual alkohol. Dalam aturan Islam disebutkan, bahwa minuman apapun yang memabukkan adalah haram, baik itu diminum dalam jumlah sedikit ataupun besar. Hal itu baik termasuk alkohol, obat-obatan, minuman kismis yang difermentasi atau yang lainnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA