Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

KBRI Tunisia Salurkan Sembako dan Obat-Obatan untuk WNI

Rabu 19 Jan 2022 08:36 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, menyatakan KBRI Tunisia pastikan kesehatan WNI selama pandemi Covid-19

Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, menyatakan KBRI Tunisia pastikan kesehatan WNI selama pandemi Covid-19

Foto: Dok Istimewa
KBRI Tunisia pastikan kesehatan WNI selama pandemi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kedutaan Besar Republika Indonesia (KBRI) untuk Tunisia memastikan kondisi kesehatan warga negara Indonesia (WNI) dalam keadaan sehat pasca-mewabahnya varian Omicron di sana. 

Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi mengatakan, pihaknya juga telah memberikan bantuan kepada WNI berupa sembako dan obata-obatan.

Baca Juga

“Saya sudah memerintahkan KBRI Tunisia untuk menyediakan obat-obatan dan membagikannya kepada WNI yang sakit, yang dikoordinasi langsung oleh Persatuan Pelajar Indonesia Tunisia,” ujar pria yang biasa dipanggil Gus Mis ini dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (19/1/2022).

Selain itu, menurut dia, KBRI juga terus memastikan kesehatan warga Indonesia untuk kemudian diambil langkah-langkah perlindungan. “Saya setiap hari memonitor kondisi kesehatan WNI, dan akan mengambil langkah-kangkah yang semestinya untuk memberikan perlindungan bagi WNI kita di Tunisia,” ucap dia.

Gus Mis menuturkan, saat ini di Tunisia terdapat 203 WNI. 150 di antaranya adalah mahasiswa di Universitas Zaytunah dan Universitas Kairouan. Hingga saat ini, kata dia, 100 persen WNI sudah divaksin dua kali.

Menurut dia, hanya tersisa 26 anak WNI yang belum divaksin karena mereka dalam usia di bawah 12 tahun sesuai kebijakan Pemerintah Tunisia. Sebagian WNI juga sudah bergiliran untuk mendapatkan vaksin booster.  

“Di tengah merebaknya varian Omicron, KBRI Tunisia terus memonitor kondisi WNI di lapangan, yang secara umum berada di Kawasan Ma'qil Za'im, Tunis dan Kairouan. Alhamdulillah, secara umum WNI kita dalam keadaan sehat,” kata Gus Mis.

Gus Mis menambahkan, kasus Omicron di Tunisia tercatat pertama pada 3 Desember 2021 dan pada Januari ini tercatat menjadi 33 kasus.

Pemerintah Tunisia telah menerapkan jam malam dari pukul 22.00 sampai 05.00 untuk membatasi aktivitas publik, sehingga penyebaran Omicron dapat diantisipasi dengan baik. “Secara umum, pemerintah Tunisia mampu mengatasi ketersebaran Omicron,” jelas dia.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA