Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Pandemi Covid-19 Ganggu Kesehatan Ibu Hamil

Rabu 19 Jan 2022 07:19 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh Pregistry menyoroti dampak pandemi Covid-19 pada perilaku sehat dan kesehatan mental ibu hamil (ilustrasi).

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh Pregistry menyoroti dampak pandemi Covid-19 pada perilaku sehat dan kesehatan mental ibu hamil (ilustrasi).

Foto: Republika/Mardiah
Ibu hamil mengalami peningkatan tekanan kesehatan mental selama pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah studi global yang dilakukan oleh Pregistry menyoroti dampak pandemi Covid-19 pada perilaku sehat dan kesehatan mental ibu hamil. Penelitian dilakukan di 12 negara oleh CEO Pregistry, Diego Wyszynski, dan tim kolaborator. Hasilnya menunjukkan peningkatan tekanan kesehatan mental pada satu dari tiga orang dan dampak sedang pada penurunan perilaku sehat.

"Penelitian terbaru kami mengungkapkan hubungan antara tekanan kesehatan mental dan memburuknya perilaku sehat, menunjukkan bahwa perhatian terhadap gangguan tidur, diet, dan kebugaran penting untuk promosi kesehatan mental selama kehamilan di tengah stresor utama," kata Wyszynski, dikutip dari laman Business Wire, beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Secara konsisten, studi menunjukkan bahwa Covid-19 terus mengganggu aktivitas fisik, kebiasaan tidur, dan perilaku makan pada populasi umum. Sebagian besar dikaitkan dengan pemberlakuan karantina dan jarak fisik.

Pengurangan perilaku sehat seperti itu telah dikaitkan dengan memburuknya kesehatan mental dan kesejahteraan. Efek demikian lantas dicermati pada ibu hamil, yang amat penting dampaknya bagi bayi yang akan dilahirkan.

Studi melibatkan 3.692 ibu hamil. Satu dari tiga orang melaporkan peningkatan tekanan kesehatan mental, dan sekitar 30-45 persen peserta melaporkan dampak sedang hingga tinggi pada penurunan perilaku sehat. Perilaku sehat yang terdampak termasuk pola tidur, kebugaran, dan pola makan. Menariknya, dampak pada setiap domain perilaku sehat secara independen terkait dengan peningkatan tekanan kesehatan mental.

Hasil lain menunjukkan bahwa rasa kebersamaan dapat menyeimbangkan dampak dari kurang tidur dan perilaku sehat lainnya yang memengaruhi tekanan kesehatan mental. Sebaliknya, rasa kesepian dapat memperburuk risiko.

Selanjutnya, penelitian menunjukkan bahwa mengatasi perubahan tidur, diet, dan kebugaran secara bersama-sama dapat membantu mencegah tekanan kesehatan mental pada kehamilan. Ini menunjukkan ibu hamil perlu akses ke dukungan kelompok selama pandemi.

Menyesuaikan dengan berbagai faktor sosiodemografi, kurang tidur ditemukan berkaitan paling kuat dengan tekanan kesehatan mental. Ibu hamil yang terlibat studi melaporkan dampak negatif tertinggi.

Hubungan terkuat kedua yang terlacak adalah pola makan dan tekanan kesehatan mental, disusul kebugaran di tempat ketiga. Dalam studi, perasaan syukur yang positif dan rasa kebersamaan dinilai baik bagi ibu hamil.

Dengan dua hal tersebut, tingkat perilaku terkait kesehatan yang tidak memadai dilaporkan lebih rendah. Tanpa keduanya, ada potensi peningkatan laporan dampak negatif.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA