Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

IBL Seri 1: Tangerang Hawks Kembali Raih Kemenangan Dramatis, Salip Bali United di Akhir

Selasa 18 Jan 2022 23:11 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Pemain asing Tangerang Hawks Richard David Ross (kanan) berteriak merayakan kemenangan timnya atas Bali United Basketball di IBL Seri 1 Jakarta.

Pemain asing Tangerang Hawks Richard David Ross (kanan) berteriak merayakan kemenangan timnya atas Bali United Basketball di IBL Seri 1 Jakarta.

Foto: IBL Indonesia/Hari Purwanto
Tangerang Hawks mengalahkan Bali United 70-68 lewat laga dramatis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tangerang Hawks kembali menyajikan pertandingan menegangkan dan menghibur bagi pecinta bola basket Tanah Air di kompetisi IBL Tokopedia 2022. Setelah bermain ketat dalam kemenangan 53-50 atas Evos Thunder Bogor pada debut mereka di IBL, Senin (17/1/2022), Hawks kembali memetik kemenangan tipis 70-68 atas Bali United Basketball pada game kedua di Gedung Basket Senayan Jakarta, Selasa (18/1/2022). Bedanya, jika melawan Evos, Hawks dalam posisi memimpin di pengujung laga, kali ini justru Hawks yang mengejar. 

Memasuki kuarter empat, Hawks masih tertinggal 14 poin (45-59) dari Bali United. Hawa kemenangan sudah mendekati tim kebanggaan Pulau Dewata. Namun tim asuhan Efri Meldi tak mau menyerah. Perlahan tapi pasti, Hawks terus memangkas jarak. Sampai sebuah tembakan Ardian Ariadi membuat Hawks hanya tertinggal satu angka, 68-69 pada sisa waktu satu menit 41 detik.

Baca Juga

Pelatih Bali United Aleksandar Stefanovski sampai harus menghabiskan satu timeout-nya agar timnya bisa mempertahankan keunggulan dengan waktu tersisa. Sayangnya dalam skema offense-nya, Bali United justru melakukan turn over ketika Abraham Wenas salah mengoper bola sehingga keluar lapangan.

Hawks yang kemudian menguasai bola akhirnya berbalik memimpin saat waktu tersisa satu menit 7 detik, setelah under basket pemain asingnya Richard David Ross Jr masuk mulus. Bali United kemudian mencoba menyerang, tapi tembakan center Ponsianus 'Koming' Indrawan meleset. 

Kemudian dalam satu penguasaan bola, mantan pemain Bali United yang kini membela Hawks, Winston Sanjaya, melakukan tusukan ke basket melewati Surliyadin. Apes bagi Surliyadin, ia didakwa melanggar Danny Ray. Untungnya, hanya satu tembakan yang berhasil dimasukkan Danny.

Handri Satrya Santosa yang mencoba menyamakan skor gagal mencetak poin untuk Bali United. Kemudian, saat waktu tersisa 4 detik, Surliyadin kembali melanggar Winston. Kali ini tak ada tembakan bebas yang masuk sehingga peluang Bai United masih terbuka.

Surliyadin yang mendapatkan bola berusaha menyamakan skor dengan drive langsung ke basket, tapi bola lepas dari tangannya. Wasit meninjau tayang ulang (IRS) sebelum mengambil keputusan. Alex memanfaatkannya dengan menggambar skema serangan yang bisa dieksekusi pemainnya untuk menyamakan skor.

Ternyata benar, bola diputuskan milik Bali United dengan waktu tersisa kurang dari satu detik. Sayangnya, operan inbound dari Abraham Wenas dari sisi samping lapangan kepada Richard David Ross Jr yang masuk ke bawah ring bisa diantisipasi oleh pemain Hawks. Laga dinyatakan berakhir untuk kemenangan Hawks 70-68. Kubu Bali United masih memprotes karena menganggap Richard dilanggar di detik akhir itu, tapi tidak digubris wasit.

Hasil ini membuat Hawks menjadi satu-satunya tim debutan yang mengoleksi dua kemenangan dari dua laga yang telah dimainkan, sebelumnya. "Saya puas dengan mental anak-anak, bangga dengan pemain saya. Ini masih awal, masih ada 20 gim lagi (sepanjang regular season IBL) di depan mata, jadi kami harus terus fokus," ujar Meldi.

Dalam laga ini, Bali United tidak bisa memainkan Kendal Yancy. Menurut coach Alex, Yancy sakit perut dan ini berpengaruh pada timnya karena sebelumnya ia pemain terbaik. Alex mengeluhkan kepemimpinan wasit pada laga ini yang dinilainya kurang maksimal. Menurut dia, ada perlakuan berbeda terhadap gerakan pemain kedua tim. Dalam beberapa situasi, kata dia, pemain Bali United dianggap melanggar, sementara ketika Hawks melakukan hal serupa, wasit membiarkannya. 

Ia juga memberikan saran agar tayang ulang momen penting di lapangan tidak ditayangkan di layar besar di sisi lapangan saat wasit meninjau IRS. "Tayangan IRS cukup bisa dilihat wasit saja, jadi wasit tidak terpengaruh oleh teriakan penonton yang juga bisa menyaksikan tayang ulang. Kemudian serangan terakhir kami itu harusnya dilihat lagi di IRS untuk potensi pelanggaran, tapi diabaikan. Namun terlepas dari semua keluhan saya ini, kekalahan Bali United tanggung jawab saya," kata Alex.

Koming menambahkan, para pemain Bali United sempat kehilangan fokus pada momen-momen penting. Ia mengakui tiupan wasit punya andil. "Namun seharusnya kami tak boleh terganggu oleh hal-hal seperti itu. Kami semestinya fokus dan bisa lebih tenang menangani situasi. Kami akan berusaha memperbaiki ini pada pertandingan selanjutnya," kata Koming.

Richard David Ross menjadi bintang Hawks dengan 19 poin dan 14 rebound. Danny Ray menyumbang 15 poin, sementara Rizky Effendi menambah 12 angka. Ardian Ariadi turut mengemas poin. 

Di kubu Bali United, William Jerald Green mencatatkan 22 poin dan 10 rebound disusul Abraham Wenas dengan 21 angka.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA