Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Asparindo: Pedagang Pasar Sudah Bertanya Kapan Vaksinasi Booster

Selasa 18 Jan 2022 22:14 WIB

Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) Y Joko Setiyanto menyampaikan bahwa para pedagang di pasar sudah menantikan pemberian tambahan dosis vaksin Covid-19 atau vaksinasi penguat. (Foto: Vaksinasi dosis tiga atau booster)

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) Y Joko Setiyanto menyampaikan bahwa para pedagang di pasar sudah menantikan pemberian tambahan dosis vaksin Covid-19 atau vaksinasi penguat. (Foto: Vaksinasi dosis tiga atau booster)

Foto: Muhammad Harrel (Mgj01)
Vaksinasi penguat diprioritaskan pada lansia, orang dengan komorbid, dan ibu hamil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) Y Joko Setiyanto menyampaikan bahwa para pedagang di pasar sudah menantikan pemberian tambahan dosis vaksin Covid-19 atau vaksinasi penguat. "Sudah pada bertanya. Saya bilang tunggu Kementerian Kesehatan, karena vaksinasi awal kerja sama antara Kemenkes dengan Asparindo," katanya dalam acara webinar bertajuk "Vaksin Booster Hindari Gelombang Ketiga" yang diikuti secara daring dari Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Joko mengatakan bahwa sebanyak 9.280 pedagang di pasar-pasar yang ada di berbagai wilayah Indonesia menunggu giliran untuk mendapatkan vaksinasi penguat setelah menerima suntikan vaksin dosis pertama dan kedua. Menurut Joko, peningkatan kesadaran pedagang untuk menjalani vaksinasi tidak lepas dari upaya sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya vaksinasi untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca Juga

Ia menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang lugas dalam penyampaian informasi mengenai vaksinasi Covid-19 kepada para pedagang di pasar.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa saat ini pemberian vaksinasi penguat masih diprioritaskan pada warga lanjut usia, orang dengan komorbid, dan ibu hamil. "Yang lain menunggu giliran sesuai strategi pemerintah," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemberian tambahan dosis vaksin Covid-19 dilakukan untuk menguatkan kembali kekebalan tubuh terhadap Covid-19 setelah efek vaksin mulai menurun. "Imunitas sel akan bertahan lama di tubuh. Suatu saat ada materi virus baru maka antibodi merespons melalui mekanisme imunitas seluler. Imunitas antibodi terlihat ada penurunan setelah enam bulan (vaksinasi), karena ditambah varian virus bertambah dengan varian-varian maka kita melakukan vaksinasi booster (penguat)," katanya.

Menurut dia, saat ini ada 126 negara yang melakukan pemberian tambahan dosis vaksin Covid-19. Vaksinasi penguat utamanya dilakukan pada tenaga kesehatan, warga lanjut usia, dan warga yang punya kelainan imunitas.Ia menjelaskan pula bahwa selain melaksanakan vaksinasi penguat, pemerintah melanjutkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 primer, vaksinasi dosis pertama dan kedua, pada warga.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA