Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Hikmah Memiliki Anak Perempuan: Ganjaran Surga Menanti

Selasa 18 Jan 2022 17:11 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

Orangtua menjemput anaknya usai mengikuti kegiatan Pembelajaran Tatap Muka di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (3/1). Berdasarkan kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang diputuskan pada 21 Desember 2021 mengenai panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen mulai hari ini Senin (3/1). Dalam aturan tersebut dilakukan pembatasan selama 6 jam pelajaran perhari dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat juga mewajibkan tenaga pendidik dan peserta didik sudah mendapatkan dosis vaksin Covid-19. Hikmah Memiliki Anak Perempuan: Ganjaran Surga Menanti

Orangtua menjemput anaknya usai mengikuti kegiatan Pembelajaran Tatap Muka di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (3/1). Berdasarkan kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang diputuskan pada 21 Desember 2021 mengenai panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen mulai hari ini Senin (3/1). Dalam aturan tersebut dilakukan pembatasan selama 6 jam pelajaran perhari dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat juga mewajibkan tenaga pendidik dan peserta didik sudah mendapatkan dosis vaksin Covid-19. Hikmah Memiliki Anak Perempuan: Ganjaran Surga Menanti

Foto: Republika/Thoudy Badai
Anak perempuan adalah berkah dari Allah SWT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak perempuan adalah berkah dari Allah SWT. Namun, pada zaman jahiliyah, anak perempuan tidak disukai karena saat itu orang-orang lebih mengutamakan anak-anak laki. Anak laki-laki dianggap dapat mendukung kehidupan dan membantu mereka untuk berperang.

Akibatnya, anak perempuan pada zaman jahiliyah menjadi momok yang memalukan sehingga sampai membunuhnya. Kemudian Islam datang. Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW untuk melarang perbuatan keji yang dilakukan di zaman jahiliyah itu, termasuk berbuat buruk kepada anak perempuan.

Baca Juga

Dari Al-Mughirah bin Syu'bah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT mengharamkan kepada kalian, yaitu durhaka kepada ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak kewajiban dan menuntut sesuatu yang bukan menjadi haknya, menyebarkan kabar burung, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (HR Bukhari dan Muslim).

Islam menaruh perhatian yang tinggi kepada anak perempuan. Allah SWT memberikan ganjaran berupa surga bagi mereka yang berbuat baik kepada anak perempuan.

"Siapa yang memiliki seorang anak perempuan, ia tidak menyakitinya, tidak pula menghinakannya, anak laki-lakinya tidak mempengaruhinya untuk lebih mendahulukannya atas anak perempuannya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga." (HR Abu Dawud)

Karena itu, seorang Muslim harus terus berbuat baik kepada anak-anak perempuan, memberikan perhatian untuk mendidik mereka, dan juga bersabar pada mereka. Karena bagaimana pun, anak perempuanlah yang kelak dapat menjadi penghalang dari api neraka.

Hal itu sebagaimana dalam riwayat Aisyah RA, dia berkata, "Ada seorang wanita masuk ke tempatku bersama dua anak perempuannya. Wanita itu meminta sesuatu, tetapi aku tidak mempunyai apa pun selain satu butir kurma. Aku pun memberikan kurma itu kepadanya. Lantas wanita itu membaginya menjadi dua di antara kedua anak perempuannya.

Sedangkan dia sendiri tidak memakannya sedikit pun. Kemudian wanita itu berdiri lalu keluar. Lalu Nabi SAW masuk menemui kami lalu aku memberitahu beliau mengenai hal itu. Maka beliau bersabda, 'Siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan ini, lalu ia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menghalangi dirinya dari api neraka.'"

Sumber: https://www.elbalad.news/4158435

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA