Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Dentsu Indonesia Tingkatkan Skala Baru pada 2022

Selasa 18 Jan 2022 14:56 WIB

Red: Agus Yulianto

Dentsu Indonesia dan Singapura menyampaikan, bahwa dentsu akan terus meningkatkan kapabilitas creative, media, and customer experience management (CXM) dan meluncurkan solusi inovatif baik untuk incumbent maupun start-up, dengan semangat

Dentsu Indonesia dan Singapura menyampaikan, bahwa dentsu akan terus meningkatkan kapabilitas creative, media, and customer experience management (CXM) dan meluncurkan solusi inovatif baik untuk incumbent maupun start-up, dengan semangat

Foto: Istimewa
Dentsu Indonesia melihat lima tren utama yang meningkat pada 2022. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dentsu Indonesia mengungkapkan komitmennya untuk Scaling New Heights (meningkatkan skala baru) pada tahun 2022 dan seterusnya untuk mendukung prioritas bangsa. Langkah itu untuk menanggapi pertumbuhan eksponensial ekonomi digital di Indonesia yang semakin cepat akibat Covid-19, serta fokus pemerintah pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif untuk memerangi krisis iklim. 

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lufti melalui keterangan pers pada Juni 2021, memprediksikan ekonomi digital Indonesia akan tumbuh hingga delapan kali lipat pada 2030, dari Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun. Selain itu, PDB Indonesia juga diprediksi akan mencapai lebih dari 55 persen dari total PDB negara-negara ASEAN pada tahun 2030. Hal ini semakin memperkuat fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan tercepat dan pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, menurut Bank Dunia.

Terlepas dari semua prediksi, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, baru-baru ini pada November 2021 mengungkapkan, bahwa Indonesia masih kekurangan jutaan talenta digital untuk memenuhi aspirasi Indonesia menjadi negara ekonomi digital.

Dentsu Indonesia, salah satu jaringan agensi terintegrasi terbesar di negara ini, merasakan tanggung jawab yang mendalam untuk memainkan perannya dalam mencapai tujuan bangsa terutama ekonomi digital dan Environment, Sustainability, and Governance (ESG) dengan cara menjadi A Force for Growth and Good.

Prakash Kamdar CEO of dentsu Indonesia dan Singapura, mengatakan, pihaknya memiliki fondasi dan kesadaran digital di dentsu Indonesia yang akan terus diperkuat. "Sehingga, kami dapat meningkatkan dan membantu Indonesia mencapai ketinggian baru,” katanya dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Selasa (18/1/2022) 

CEO dentsu Indonesia dan Singapura menyampaikan, bahwa dentsu akan terus meningkatkan kapabilitas creative, media, and customer experience management (CXM) dan meluncurkan solusi inovatif baik untuk incumbent maupun start-up, dengan semangat 'Gotong Royong'.

Kamdar menambahkan, bahwa dentsu Indonesia melihat lima tren utama yang meningkat pada 2022. Yakni, dunia yang semakin banyak data, didorong oleh algoritme, dan lebih terhubung untuk mendorong pengalaman konsumen yang lebih dipersonalisasi dan menarik, tapi tetap diimbangi dengan kebutuhan privasi data pribadi.

Selain itu, perubahan gaya hidup terkait pandemi terus berlanjut, terutama e-Commerce, Live Commerce, Gaming, dan e-Health. Metaverse berakselerasi dan Web 3.0 kemungkinan akan mengikuti, ini berupa taruhan besar Big Tech pada Metaverse. Profit in Purpose-perusahaan tidak akan merasakan keuntungan jika ia mendorong pertumbuhan dan konsumsi yang sembrono dengan mengorbankan manusia dan planet kita.

Dan terakhir, permintaan yang meningkat untuk pengalaman fisik akan meledak dengan orangorang yang sebagian besar terkurung di rumah selama tahun 2020 dan 2021, dan oleh karena itu bangkit kembali secara besar-besaran di sektor perjalanan dan perhotelan.

CEO, Creative dentsu Indonesia Wisnu Satya Putra, menambahkan, dentsu terus-menerus mencari cara untuk berinovasi, dan memastikan kemampuan kreatif. "Dan pengalaman kami future-proofed terhadap tren yang akan datang,” ujarnya.

Hari ini, kata dia, dentsu Indonesia juga meluncurkan marketplace Metaverse miliknya sendiri - ‘Bitaverse’. Mixed Reality Marketplace yang paling pertama di Indonesia, di mana sebuah merek dapat memiliki, membangun, dan menjual barang dagangan virtual bersama dengan produk nyata mereka.

Sementara Arshad Rahman CEO CXM dentsu Indonesia menambahkan, konsumen digital saat ini semakin tidak toleran dalam hal menerima pesan dan konten yang tidak relevan. Mereka berharap, brand bisa jadi lebih personal. 

"Dengan peluncuran layanan-layanan CXM yang berkolaborasi dengan unit media dan unit kreatif, kami telah hadir untuk memberdayakan klien kami dalam memberikan pengalaman yang dipersonalisasi dalam skala besar, melalui inisiatif transformasi data dan digital,” katanya.

Lini layanan Media dentsu, yang telah menempati posisi ranking #1 Media Agency dalam peringkat Kualitatif RECMA dan ranking #1 di COMvergence New Business League pada tahun 2020 dan 2021, berencana untuk memperkuat dan meningkatkan skala lebih jauh dengan secara konsisten memperluas solusi media full-funnel yang terintegrasi untuk menanggapi perilaku konsumen terbaru–termasuk yang terkait dengan e-Commerce dan Gaming. Layanan medianya didukung oleh kecerdasan data yang sangat tajam, memanfaatkan sistem dan tools yang dimiliki dan disindikasikan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA