Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Moderna Targetkan Vaksin Kombinasi Covid-Flu-RSV Rampung Akhir 2023

Selasa 18 Jan 2022 14:54 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Vaksin Covid-19 Moderna. Kini, Moderna tengah mengembangkan vaksin kombinasi Covid-19, flu, dan RSV.

Vaksin Covid-19 Moderna. Kini, Moderna tengah mengembangkan vaksin kombinasi Covid-19, flu, dan RSV.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Vaksin Covid, flu, dan RSV buatan Moderna ditargetkan cukup sekali suntik tiap tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Moderna Inc, berencana meluncurkan vaksin booster kombinasi Covid-flu-RSV. Vaksin single untuk melawan Covid-19, flu, dan virus penyebab infeksi di saluran napas dan paru (RSV) tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2023.

Dalam pengumuman resminya, Senin (17/1/2022), Moderna berharap vaksin kombinasi ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang malas mendapatkan vaksin suntikan pertama, kedua, atau bahkan ketiga dalam jarak dekat. Dosis vaksin ini cukup sekali suntik setiap tahun.

Baca Juga

"Skenario kasus terbaik adalah musim gugur 2023. Tujuan kami bisa merampungkan single booster sehingga kita bisa keluar dari masalah kepatuhan, di mana warga tidak perlu pergi mendapatkan dua hingga tiga suntikan di musim dingin. Tetapi cukup mendapatkan satu dosis,” kata Kepala Eksekutif Moderna, Stephane Bancel, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (18/1/2022).

Meski demikian, menurut Bancel, pada akhir 2023 jumlah vaksin kombinasi ini hanya tersedia dalam jumlah terbatas. Karenanya, dosis vaksin hanya akan tersedia di beberapa negara bagian.

"Kami optimistis bisa mencukupi semua kebutuhan dosis vaksin kombinasi untuk semua negara di tahun depannya (2024)," kata dia.

Bancel mengatakan, program RSV sedang dalam uji coba Fase III, yaitu tahap akhir pengujian manusia. Begitupun program flu memasuki Fase III pada kuartal kedua tahun ini.

Suntikan flu eksperimental Moderna, yang menargetkan empat varian virus utama, didasarkan pada metode mRNA yang sama yang digunakan dalam vaksin Covid-19. Teknologi ini memicu respons imun dengan mengirimkan molekul genetik yang mengandung kode untuk bagian-bagian penting dari patogen ke dalam sel manusia.

Sementara vaksin Covid-19 Moderna didasarkan pada jenis virus asli, vaksin itu sedang bekerja untuk menyelesaikan dosis khusus Omicron dalam beberapa pekan sebelum uji coba.

"Kami berharap dalam jangka waktu Maret kami harus dapat memiliki data untuk dibagikan dengan regulator untuk mengetahui langkah maju selanjutnya," kata Bancel.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA