Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Dekan FISIP Unri Ditahan Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Selasa 18 Jan 2022 03:55 WIB

Red: Indira Rezkisari

Ilustrasi Pelecehan Seksual. Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau Syafri Hartoresmi terkait kasus dugaan pelecehan seksual kepada mahasiswinya.

Ilustrasi Pelecehan Seksual. Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau Syafri Hartoresmi terkait kasus dugaan pelecehan seksual kepada mahasiswinya.

Foto: Republika/Prayogi
Dugaan pelecehan diduga terjadi saat memberi bimbingan skripsi di ruang Dekan FISIP.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau Syafri Hartoresmi ditahan oleh kejaksaan setempat, Senin (17/1/2022). Penahanan sang dekan terkait kasus dugaan pelecehan seksual.

Penahanan terjadi setelah kasus beserta barang bukti dilimpahkan penyidik Polda Riau ke pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau di Pekanbaru. Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Jaja Subagja mengatakan sebelum menerima pelimpahan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan berkas dan pemeriksaan kesehatan Syafri Harto.

Baca Juga

"Alhamdulillah setelah menerapkan SOP (Standar Operasional Prosedur) sekarang terdakwa sudah ditahan di Polda," sebut Jaja kepada awak media. Jaja melanjutkan karena locus delicti (lokasi kejadian) kasus tersebut di Pekanbaru maka selanjutnya Kejati Riau akan melimpahkan bukti dan tersangka ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Locus delicti sendiri mengacu pada tempat di mana seseorang melakukan suatu tindak pidana.Kasus pelecehan tersebut terjadi pada Oktober 2021 saat mahasiswi melakukan bimbingan skripsi di ruang Dekan FISIP Universitas Riau. "Penahanan ini berdasarkan pasal 20 ayat (2) dan pasal 21 ayat (1) dan (2) KUHAP, bahwa dalam penuntutan kejaksaan berwenang melakukan penahanan," terangnya.

Jaja menjelaskan kejaksaan melakukan penahanan sebab dikhawatirkan yang tersangka dapat menghilangkan barang bukti, mempersulit persidangan atau bahkan mengulangi perbuatannya. "Ditambah lagi terdakwa merupakan seorang dosen, role model. Harusnya tersangka memberi contoh bagi dunia pendidikan maupun bagi masyarakat, namun yang terjadi malah seperti ini. Oleh sebab itu kami lakukan penahanan," tegas Jaja.

Syafri Harto sendiri saat ini sudah dinonaktifkan dari jabatan Dekan FISIP sembari menunggu proses hukum berjalan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA