Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Nadiem Minta Kampus Optimalkan Kemerdekaan Belajar

Selasa 18 Jan 2022 02:58 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Indira Rezkisari

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyampaikan, perguruan tinggi perlu mendorong agar mahasiswa mau mencoba berpartisipasi dalam program-program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyampaikan, perguruan tinggi perlu mendorong agar mahasiswa mau mencoba berpartisipasi dalam program-program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Mahasiswa didorong berpartisipasi dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, ingin kampus-kampus mengoptimalkan kemerdekaan belajar di lingkungan pendidikan tinggi. Dia mengajak seluruh insan pendidikan tinggi untuk menjadikan merdeka belajar sebagai suatu gerakan dan budaya.

"Kita butuh gerakan. Kalau kebijakan saja, saya bisa bikin. Tapi menurut saya yang terpenting adalah bahwa kita perlu jadikan Kampus Merdeka ini sebagai gerakan dan budaya civitas akademika," ujar Nadiem dalam siaran pers, Senin (17/1/2022).

Baca Juga

Nadiem menyampaikan, perguruan tinggi perlu mendorong agar mahasiswa mau mencoba berpartisipasi dalam program-program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Nadiem menyebutkan program-program MBKM yang dapat diikuti mahasiswa, di antaranya Kampus Mengajar, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, program-program beasiswa, Magang dan Studi Independen Bersertifikat, dan lain sebagainya.

"Universitas juga perlu menciptakan program-programnya sendiri di luar kampus. Mahasiwa kita, universitas-universitas kita harus mencari pengalaman di luar agar semakin berkualitas dan sesuai perkembangan zaman," ujar Nadiem.

Hal tersebut Nadiem sampaikan saat mendampingi Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pada kegiatan Dies Natalis Universitas Parahyangan (Unpar) ke-67 bertajuk "Pancasila Kekuatan Rakyat dan Keindahan Tradisi" di Bandung, Jawa Barat. Pada kesempatan itu, presiden ingin mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar kepada siapa pun dan di mana pun.

"Berikan mahasiswa kesempatan untuk belajar kepada siapa saja, di mana saja. Belajar di luar kampus itu akan sangat bagus sekali sesuai yang sering disampaikan Mendikbudristek mengenai Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar," ujar Jokowi dalam pidatonya.

Jokowi meminta kepada pendidikan tinggi agar memfasilitasi mahasiswanya untuk mengembangkan talentanya. Jangan dipagari oleh terlalu banyak program-program studi di fakultas. Presiden RI kemudian mengingatkan cita-cita bersama untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. SDM yang unggul, kata dia, akan membawa Indonesia mampu bersaing dalam hal ekonomi digital.

Presiden menyebutkan, Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi digital. Pasar digital Indonesia bahkan tumbuh pesat jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Jokowi memprediksi, pada tahun 2025 pasar digital Indonesia dapat meningkat sampai di angka USD 146 miliar.

"Indonesia memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi digital di Asia Tenggara. Kita berkontribusi 40 persen ekonomi digital kita di Asia Tenggara," kata dia.

"Hybrid knowledge maupun hybrid skill menjadi penting dimiliki SDM kita. Karena tanpa adanya SDM yang baik, saya ragu terkait urusan ekonomi digital, kita akan bisa melompat," tambah dia.

Untuk itu, Jokowi mengajak kampus agar menyiapkan mahasiswanya dengan baik. Dia menyatakan, mahasiswa perlu disiapkan untuk selalu siap belajar karena perubahan akan muncul setiap hari. "Akan berubah terus dunia ini," kata dia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA