Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Bersiap WFH Lagi, Apindo Mengaku Pusing

Selasa 18 Jan 2022 01:13 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Indira Rezkisari

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani. mengatakan dunia usaha pasti akan tertekan jika kebijakan WFH penuh kembali diterapkan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani. mengatakan dunia usaha pasti akan tertekan jika kebijakan WFH penuh kembali diterapkan.

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Apindo paling mengkhawatirkan jika PPKM terpaksa tembus ke Level 3 dan 4.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta berbagai kantor di Tanah Air mempersiapkan Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah dalam dua pekan ke depan. Hal itu demi menghentikan penyebaran Covid-19 varian Omicron yang diprediksinya mencapai puncak pada pertengahan Februari sampai awal Maret 2022.

Menanggapi itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengaku agak pusing. Pasalnya perekonomian baru mau jalan lagi.

Baca Juga

"Kalau WFH lagi, ekonomi pasti akan nge-drop lagi," ujarnya kepada Republika, Senin (17/1). Meski begitu, kata dia, jika pemerintah sudah mengambil keputusan atau kebijakan demikian, mau tidak mau harus diikuti.

"Kalau pemerintah sudah ambil keputusan, pemerintah sudah perhitungkan berbagai pertimbangannya. Mau tidak mau ikuti, ini pun pilihan tidak mudah bagi pemerintah dan bukan kondisi yang kita harapkan," tutur dia.

Kalau dilihat di banyak negara, kata dia, Covid-19 Omicron memang laju penularannya cepat namun tingkat kematiannya rendah. Meski begitu tetap sulit dipastikan, apakah varian tersebut berat atau ringan.

Dirinya berharap, pemerintah tidak sampai menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). "Yang ditakutkan pengusaha itu kalau PPKM, karena akan sengsara dan berat, dari sisi pandemi semoga bisa dikendalikan tanpa harus diberlakukan PPKM Level 3 atau Level 4," kata Hariyadi.

Ia mencontohkan, saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) pemerintah bakal memberlakukan PPKM Level 3 namun dibatalkan. "Kita harapkan juga begitu, nggak sampai (PPKM) seperti itu," ujarnya.

Hariyadi menilai, penanganan pandemi pemerintah saat ini sudah lebih baik. Jumlah yang dites atau testing juga sudah cukup bagus.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA