Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Jokowi Minta Kampus Beri Kebebasan Mahasiswa Kembangkan Talenta

Senin 17 Jan 2022 16:35 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Gita Amanda

Presiden Joko Widodo meresmikan gedung pusat pembelajaran Arntz-Geise Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Senin (17/1/2022). Selain itu memberikan presidential lecture.

Presiden Joko Widodo meresmikan gedung pusat pembelajaran Arntz-Geise Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Senin (17/1/2022). Selain itu memberikan presidential lecture.

Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
Jokowi mendorong mahasiswa dapat belajar di sektor industri maupun dunia perbankan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perguruan tinggi di Indonesia memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengembangkan talenta sehingga menjadi sumber daya yang mumpuni. Apalagi saat ini bisnis di sektor ekonomi digital berkembang pesat dan bisa diisi oleh generasi muda.

"Saya minta pendidikan tinggi untuk memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan talenta jangan dipagari oleh terlalu banyak program-program studi di fakultas berikan mahasiswa kesempatan urnuk belajar kepada siapa saja dimana saja," ujarnya saat memberikan presidential lecture di Unpar, Senin (17/1/2022).

Baca Juga

Ia mendorong mahasiswa dapat belajar di sektor industri maupun dunia perbankan. Hal itu sejalan dengan program Mendikbudristekdikti tentang Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

"Belajar kepada dunia industri silahkan, belajar kepada dunia perbankan silahkan dan saya dengar dari pak Mendikbud dari Unpar ada yang masuk ke MRT. Saya kira ini bagus belajar di luar kampus sangat bagus sekali sesuai disampaikan Mendikbud kampus merdeka dan merdeka belajar," katanya.

Ia menegaskan perguruan tinggi harus mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Apalagi ke depan pengetahuan dan skil atau kompetensi akan hybird sehingga harus memahami seluruhnya dengan baik.

"Kita harus betul-betul mampu menciptakan SDM yang unggul karena nanti semuanya akan hybrid knowledge dan hybrid skill sehingga semua mahasiswa ke depan harus paham matematika, statistik, ilmu komputer, paham bahasa bukan Inggris saja bahasa koding penting," katanya.

Jokowi mengatakan mahasiswa harus disiapkan untuk terus belajar sebab perubahan terus terjadi. "Mahasiswa harus disiapkan untuk siap belajar, perubahan akan muncul tiap hari, minggu dan bulan akan terus berubah dunia ini," katanya.

Mendikbud-ristek Nadiem Makarim terus mendorong kampus dalam program kampus merdeka. Sehingga diharapkan memiliki lulusan yang memiliki kemampuan multi dimensi.

"Kami ingin ada revolusi multi disiplin. Di mana dunia berubah total gak ada terkotak kotak lagi semuanya harus berkolaborasi kita perlu lulusan yang punya multi dimensi dari sisi skill, jiwa sosial, dan integritas jadinya inilah arah kampus merdeka di mana kita mau berbagai macam prodi bercampur dan berbagai macam pengalaman dalam kampus luar kampus," katanya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA