Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

BPBD: Pengungsi Gempa Banten Sudah tidak Ada, 1.741 Rumah Rusak

Ahad 16 Jan 2022 18:08 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Andi Nur Aminah

Warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat gempa di Kadu Agung Timur, Lebak, Banten.

Warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat gempa di Kadu Agung Timur, Lebak, Banten.

Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/rwa.
Semua warga terdampak di empat kabupaten telah meninggalkan posko pengungsian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Nana Suryana mengatakan, dua hari pascagempa, warga terdampak sudah tidak ada lagi di tenda pengungsian. Di sisi lain, jumlah rumah yang rusak mencapai 1.741 unit.

Nana menjelaskan, semua warga terdampak di empat kabupaten telah meninggalkan posko pengungsian. "Pengungsi tidak ada (karena) sudah kembali ke rumah masing-masing, atau ke rumah tetangga/keluarga terdekat bagai warga yang rumahnya rusak berat," kata Nana kepada Republika.co.id, Ahad (16/1/2022).

Baca Juga

Nana tak menyebutkan berapa banyak warga yang sebelumnya sempat mengungsi akibat gempa bumi berkekuatan 6,6 magnitudo pada Jumat (14/1/2022) itu. Dia hanya bilang bahwa gempa tersebut mengakibatkan dua warga Kabupaten Lebak mengalami luka ringan. "Sedangkan korban jiwa tidak ada," ujarnya.

Dia menyebut kondisi di lokasi terdampak kini sudah berangsur kondusif. Tapi, dia tetap meminta masyarakat untuk waspada.

Nana menjelaskan, gempa yang berpusat sekitar 52 km barat daya Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang itu berdampak terhadap empat kabupaten. Mulai dari Kabupaten Pandeglang sebagai yang terparah, lalu Lebak, Serang, dan Tangerang.

Secara keseluruhan, kata dia, gempa itu mengakibatkan 1.741 rumah rusak. Rumah yang rusak mayoritas berada di Kabupaten Pandeglang, yakni 1.543 unit.

"Dari keseluruhan rumah yang rusak di empat kabupaten, sebanyak 300 di antaranya rusak berat dan 416 rumah rusak sedang," kata Nana.

Terdapat pula 20 sekolah, 14 puskesmas, dan sembilan fasilitas ibadah yang rusak. Kerusakan lainnya terjadi pada empat kantor pemerintahan dan tiga tempat usaha.

Nana menambahkan, berbagai bantuan sudah diterima warga terdampak. Bantuan salah satunya datang dari Kementerian Sosial.

Kemensos diketahui mengirimkan bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 1.200 paket, air minum kemasan 100 dus, selimut sebanyak 200 lembar, tenda gulung 300 lembar, kasur 200 lembar, tenda 6 unit, matras 200 lembar, popok bayi 200 paket, pembalut wanita 300 pak, tenda keluarga 50 unit, dan genset. Bantuan dikirim pada Sabtu (15/1/2022) malam.

Baca juga : Takut Gempa Susulan, Warga di Pandeglang Tidur di Mushala 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA