Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

ID FOOD Dukung Penguatan Pertanian di Wilayah Timur

Ahad 16 Jan 2022 16:52 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Dirut Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Arief Prasetyo Adi memberikan sambutan saat Grand Launching Holding BUMN Pangan ID FOOD di Museum Fatahilah, Jakarta, Rabu (12/1). Holding BUMN pangan ini diharapkan mampu menciptakan transformasi ekosistem pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir guna meningkatkan inklusivitas dan kesejahteraan petani , peternak dan nelayan.Prayogi/Republika

Dirut Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Arief Prasetyo Adi memberikan sambutan saat Grand Launching Holding BUMN Pangan ID FOOD di Museum Fatahilah, Jakarta, Rabu (12/1). Holding BUMN pangan ini diharapkan mampu menciptakan transformasi ekosistem pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir guna meningkatkan inklusivitas dan kesejahteraan petani , peternak dan nelayan.Prayogi/Republika

Foto: Prayogi/Republika.
ID FOOD bersama Bulog dan swasta siap berkolaborasi mengamankan rantai pasok pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Induk BUMN Holding Pangan, ID FOOD, siap menggandeng Perum Bulog, pihak swasta, serta para stakeholder pangan lainnya untuk mendukung pemerataan ketahanan pangan di seluruh wilayah, termasuk Indonesia timur.

Direktur Utama ID FOOD Arief Prasetyo Adi mengatakan hal ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir untuk meningkatkan ekosistem pangan serta dalam rangka memastikan ketahanan pangan terlaksana secara merata dan berkelanjutan, Indonesia tidak bisa lagi menggantungkan suplai kebutuhan pokoknya dari Jawa atau beberapa titik saja. 

Baca Juga

"Setiap wilayah harus memiliki pusat pangan masing-masing. Salah satunya wilayah Sidrap, yang sangat potensial menjadi pusat pangan untuk Sulawesi Selatan dan wilayah Indonesia Timur," ujar Arief dalam keterangan pers tertulis, Ahad (16/1/2022).

Arief mengatakan, ID FOOD bersama Bulog dan swasta siap berkolaborasi mengamankan rantai pasok pangan khususnya komoditas beras di wilayah timur. Pemerataan di wilayah timur ini dimulai dari Sidrap yang secara potensi tanah dan infrastruktur sudah sangat baik dan mendukung untuk pertanian.

Arief menegaskan Sidrap harus terus meningkatkan produktivitasnya. Agar potensi Sidrap sebagai lumbung pangan tidak tergerus, ID FOOD bersama BUMN Pangan lainnya akan melakukan kajian dan menyiapkan skema kerja sama berkelanjutan yang berprioritas pada terwujudnya inklusifitas petani sebagai tulang punggung pertanian.

Arief mengatakan, diperlukan komitmen dan kerja sama yang solid untuk menegakan ketahanan pangan nasional yang merata dan kuat. Untuk itu, sebagai BUMN yang baru disahkan sebagai Induk Holding BUMN Pangan, ID FOOD sangat terbuka untuk menjalin kolaborasi.

BUMN Holding Pangan saat ini membidangi setidaknya tiga sektor utama pangan nasional, yaitu pertanian, peternakan, dan perikanan. Ruang lingkup bisnis kami juga sangat luas dari sektor hulu hingga hilir. Dengan cakupan yang sangat luas tersebut, menurut Arief, tidak ada alasan untuk tidak memperkuat kolaborasi dengan banyak pihak.

"Termasuk salah satunya kami sangat terbuka untuk menjalin kolaborasi pengembangan pertanian di Sidrap dan Indonesia Timur," ujarnya.

Dalam kunjungan kerjanya ke Sulawesi Selatan, Arief juga berkesempatan mengunjungi Gudang Bulog serta Pasar Beras di Pare-pare, dan fasilitas peternakan milik PT Berdikari United Livestock (BULS), Anak Perusahaan PT Berdikari (ID FOOD Group), di Sidenreng Rappang (Sidrap). Menurutnya, potensi pangan di Sulawesi Selatan sangat baik dan beragam. 

"Melalui entitas bisnisnya, ID FOOD siap mendukung pengembangan sektor pangan di Sulawesi Selatan, sehingga berdampak pada ketahanan pangan di Wilayah Indonesia Timur," tutup Arief.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA