Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

PD Export Siap Tingkatkan Ekspor Produk Halal

Ahad 16 Jan 2022 11:07 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Ilustrasi logo halal. PD Export siap meningkatkan ekspor produk halal Indonesia.

Ilustrasi logo halal. PD Export siap meningkatkan ekspor produk halal Indonesia.

Foto: Anadolu Agency
PD Export memiliki ekosistem pengembangan UMKM halal terintegrasi berbasis digital.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Platform Digital Export (PD Export) siap meningkatkan ekspor produk halal Indonesia khususnya dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ketua Umum PD Export Hadi Lee mengatakan, PD Export sudah memiliki ekosistem pengembangan UMKM halal secara terintegrasi berbasis digital, yang perlu mendapatkan dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. "Di tengah pandemi Covid-19, platform digital menjadi solusi dan mendorong peningkatan ekspor UMKM dan produk halal," ujar Hadi saat menerima kunjungan tim dari Kantor Wakil Presiden di sekretariat Global Halal Hub, sebagaimana keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (15/1/2022).

Baca Juga

Saat ini ada 25 platform digital yang tergabung dalam PD Ekspor. Hadi menambahkan, PD Export juga menggandeng Kadin Indonesia, HIPMI, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi dan sinergi dunia usaha dan pemerintah dalam ekosistem ekspor UMKM dan produk halal meningkatkan optimisme Indonesia akan menjadi pusat industri halal dunia pada 2024.

Global Halal Hub merupakan ekosistem UMKM Halal yang dibina Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan untuk mendukung refocusing di bidang pengembangan industri halal dan ekonomi syariah. "Kami memetakan dan membahas masalah-masalah ekspor UMKM halal dan kami koordinasikan dengan instansi terkait untuk solusinya," ujar Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim.

Tim Stafsus Wapres Bidang Ekonomi Keuangan siap memperkuat ekosistem Global Halal Hub untuk mendorong ekspor produk halal.

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA