Friday, 18 Jumadil Akhir 1443 / 21 January 2022

PP Target Kontrak Baru 2022 Melonjak Rp 31 Triliun

Jumat 14 Jan 2022 21:52 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi

PTPP. PT PP (Persero) Tbk membidik perolehan kontrak baru sebesar Rp 31 triliun pada tahun ini.

PTPP. PT PP (Persero) Tbk membidik perolehan kontrak baru sebesar Rp 31 triliun pada tahun ini.

Foto: Istimewa
Adapun target perolehan kontrak baru tumbuh 45 persen dibandingkan tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- PT PP (Persero) Tbk membidik perolehan kontrak baru sebesar Rp 31 triliun pada tahun ini. Adapun target perolehan kontrak baru tumbuh 45 persen atau Rp 21 triliun dari pencapaian tahun sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan PP Yuyus Juarsa mengatakan pada tahun ini perseroan fokus untuk menggarap proyek-proyek pareto milik pemerintah dan BUMN.

Baca Juga

"Total segmentasi pemasaran PP proyek milik Pemerintah, BUMN, dan kerja sama BUMN mencapai 92 persen. Perseroan telah menyusun berbagai strategi dan kebijakan untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan pada tahun ini," ujar Yuyus dalam keterangan resmi, Jumat (14/1/2022).

Yuyus merinci perolehan kontrak baru ditargetkan berasal dari sektor gedung senilai 34,56 persen, jalan dan jembatan sebesar 30,95 persen, industri sebesar 11,29 persen, minyak dan gas sebesar 7,90 persen, bendungan sebesar 5,48 persen, irigasi 3,87 persen, pelabuhan sebesar 2,10 persen, power plant sebesar 2,07 persen, dan airport sebesar 1,77 persen. 

"Dengan target perolehan kontrak baru tersebut, perseroan optimis dapat mencapai laba sesuai dengan yang telah ditargetkan," ucapnya.

Menurutnya saat ini perseroan telah menyusun strategi jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan pertumbuhan kinerja keuangan berkelanjutan. Perseroan memiliki opportunity kontrak baru konstruksi dari adanya investasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang dimiliki oleh perusahaan. 

Adapun peluang tersebut berasal dari pekerjaan proyek infrastruktur maupun pembangunan pabrik di kawasan tersebut. Melalui investasi di KIT Batang, pada tahun lalu perseroan memperoleh beberapa kontrak baru dari pengembangan kawasan tersebut, antara lain proyek pematangan lahan senilai Rp 300 miliar, proyek pembangunan jalan kawasan senilai Rp 350 miliar, proyek pembangunan IPAL sebesar Rp 250 miliar, pembangunan rumah susun pekerja senilai Rp 150 miliar, dan pembangunan pabrik milik KCC Glass sebesar Rp 900 miliar. 

"Perseroan masih memiliki berbagai kesempatan untuk menggarap sejumlah proyek konstruksi lainnya di KIT Batang, seperti pematangan lahan seluas 2.650 ha, pembangunan pengelola dan sarana ibadah, pembangunan pabrik siap pakai, dry port, seaport, jetty, dan pembangunan infrastruktur dan utilitas lainnya," ucap dia.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA