Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Pembangunan Underpass Dewi Sartika Dimulai Februari

Jumat 14 Jan 2022 09:39 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Sejumlah kendaraan melintasi terowongan (underpass). ilustrasi. Proyek pengerjaan pembangunan underpass di Jalan Dewi Sartika, Kota Depok, Jawa Barat mulai dikerjakan pada awal Februari 2022.

Sejumlah kendaraan melintasi terowongan (underpass). ilustrasi. Proyek pengerjaan pembangunan underpass di Jalan Dewi Sartika, Kota Depok, Jawa Barat mulai dikerjakan pada awal Februari 2022.

Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Pembangunan underpass di Jalan Dewi Sartika akan menghabiskan waktu sekitar 300 hari.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Proyek pengerjaan pembangunan underpass di Jalan Dewi Sartika, Kota Depok, Jawa Barat mulai dikerjakan pada awal Februari 2022. Pekerjaan underpass tinggal menunggu groundbreaking saja.

"Kemungkinan awal bulan depan mulai runningkarena tinggal menunggu pemenang lelang saja," kata Tim Teknis UPT Wilayah 1 Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Mutakin dalam keterangannya, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga

Menurut dia pihaknya siap mengakomodir para pemilik kabel utilitas yang terdampakoleh pengerjaan pembangunan underpass. Setidaknya ada empat utilitas yang terdampak, mulai dari kabel utilitas milik Perusahaan Listrik Negara (PLN), Perseroan Terbatas (PT) Tirta Asasta Depok, Telkom, dan fiber optik (FO).

"Terkait masalah utilitas, kita tahu sendiri daerah Dewi Sartika ini banyak sekali utilitas yang ada. Kami telah menyiapkan dan mengakomodir teman-teman yang punya utilitas bisa ditempatkan dalam satu tempat yang lebih representatif di bawah tanah dan itu berdekatan dengan underpass," kata dia.

Ia mengatakan pembangunan underpass di Jalan Dewi Sartika akan menghabiskan waktu sekitar 300 hari. Rencananya, pada Desember 2022 sudah mulai dilakukan uji coba lalu lintas.

"Jadi ada kemungkinan di tahun 2023 bulan Januari sudah open traffic," tuturnya.

sumber : antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA