Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Pengolahan Data Persediaan Barang dengan Aplikasi, Bantu Keakuratan Informasi

Jumat 14 Jan 2022 08:50 WIB

Red: Hiru Muhammad

Dosen Universitas Nusa Mandiri (UNM), merancang sistem inventori menggunakan metode FIFO (First in First out) untuk mengatur alur keluar masuknya barang di gudang

Dosen Universitas Nusa Mandiri (UNM), merancang sistem inventori menggunakan metode FIFO (First in First out) untuk mengatur alur keluar masuknya barang di gudang

Foto: istimewa
Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan perlu menjaga aktivitas kinerjanya

Oleh: Laela Kurniawati

Dosen Universitas Nusa Mandiri, prodi Sistem Informasi

Baca Juga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sistem persediaan barang adalah suatu sistem untuk mengelola persediaan barang di gudang. Sistem persediaan barang, kini sudah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang sedang berkembang pada umumnya, terutama dalam hal pengolahan data barang. 

Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, perlu menjaga aktivitas kinerja yang baik dan efektif serta harus dijaga dan ditingkatkan. Seperti pengelolaan, pencarian, alur keluar masuknya barang, dan laporan data barang sangat dibutuhkan perusahaan. 

Perusahaan yang bergerak di bidang usaha dagang, memiliki keinginan untuk memanfaatkan teknologi informasi secara baik, melalui pembangunan sistem persediaan barang. Hal ini diperlukan, sebab sistem kegiatan pengolah data barang di gudang, saat ini belum dirasa maksimal oleh perusahaan. 

Dalam penelitian yang dilakukan dosen Universitas Nusa Mandiri (UNM), merancang sistem inventori menggunakan metode FIFO (First in First out) untuk mengatur alur keluar masuknya barang di gudang. Metode aliran yang digunakan adalah UML (Unified Modeling Language). Bahasa pemrograman yang dipakai menggunakan PHP, dan database MySQL. Sistem dibangun dengan user friendly, sehingga sistem dilengkapi dengan interface yang mudah dipahami dan dibuat semenarik mungkin.

Setelah melakukan pengumpulan, analisis dan pengolahan data, maka bisa menarik kesimpulan dari hasil penelitian ini ialah, banyaknya pengeluaran barang yang tidak sesuai dengan pencatatan, dikarenakan banyaknya pekerjaan yang dilakukan dengan manual.

Adanya sistem informasi pengelolaan data persediaan barang di perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, maka sistem telah terkomputerisasi dan akan lebih dalam pelaporan. Sistem terkomputerisasi akan mempermudah segala aktivitas operasional perusahaan, kesalahan-kesalahan yang terjadi dengan sistem manual, dapat teratasi dengan baik.

Dengan sistem yang sudah terkomputerisasi, mampu menghasilkan informasi atau keluaran yang lebih tepat dan akurat, guna membantu kelancaran pekerjaan sehari-hari, dan model waterfall cukup efektif digunakan sebagai model pengembangan sistem karena langkah-langkahnya mudah untuk diterapkan.

 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA