Kamis 13 Jan 2022 16:59 WIB

Di Tengah Ketegangan dengan Ukraina, Rusia Pamer Senjata Baru

Rusia meluncurkan uji coba pengebom rudal strategis Tupolev Tu-160M ​​baru

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih
Rusia meluncurkan uji coba pengebom rudal strategis Tupolev Tu-160M ​​baru di tengah ketegangan dengan Ukraina. Ilustrasi.
Foto: EPA
Rusia meluncurkan uji coba pengebom rudal strategis Tupolev Tu-160M ​​baru di tengah ketegangan dengan Ukraina. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Militer Rusia pada Rabu (12/1/2022) meluncurkan uji coba pengebom rudal strategis Tupolev Tu-160M ​​baru. Peluncuran ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) dan NATO atas kemungkinan invasi Moskow ke Ukraina.

Pengebom rudal yang dijuluki White Swan melakukan penerbangan debutnya oleh pilot militer Rusia. CEO United Aircraft Corporation (UAC) Yury Slyusar mengatakan rudal pengebom ini telah dimodernisasi.

Baca Juga

"Sekitar 80 persen sistem dan peralatan pembom rudal baru telah dimodernisasi,” kata Slyusar dilansir Al Arabiya yang mengutip TASS, Kamis (13/1/2022).

White Swan adalah pengebom pembawa rudal strategis sayap variabel supersonik Rusia. Pengebom ini digunakan untuk menyerang target musuh di daerah terpencil dengan senjata nuklir dan konvensional. Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Denis Manturov mengatakan pengebom baru itu merupakan senjata terobosan.

Pengumuman militer Rusia tentang senjata pengebom baru datang pada saat ketegangan meningkat dengan AS dan NATO. Ketegangan terjadi atas potensi invasi Rusia ke Ukraina setelah Moskow mengumpulkan hampir 100 ribu tentara di dekat perbatasan Kiev.

AS dan Rusia telah memulai pembicaraan di Jenewa pada Senin (10/1/2022) dalam upaya untuk menghindari krisis di Ukraina. Akan tetapi pertemuan tersebut belum mencapai hasil nyata.

Partai Demokrat menyiapkan rancangan undang-undang yang akan menjatuhkan sanksi ekstensif kepada pejabat pemerintah dan militer Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, jika Moskow mengambil tindakan permusuhan terhadap Ukraina. NATO juga telah berbicara dengan Rusia mengenai Ukraina.

NATO berharap dapat melakukan negosiasi tentang pengendalian senjata dan penempatan misil. NATO dengan tegas menolak veto Rusia yang menghalangi keinginan Ukraina untuk bergabung dengan aliansi tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement