Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

Saat Bangsawan Roma Non-Muslim Menyamar demi Masuk Makkah   

Kamis 13 Jan 2022 16:58 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Nashih Nashrullah

Masjidil Haram Makkah (Ilustrasi). Bangsawan Roma Loduvico Bartema menyamar untuk memasuki Makkah Madinah

Masjidil Haram Makkah (Ilustrasi). Bangsawan Roma Loduvico Bartema menyamar untuk memasuki Makkah Madinah

Foto: AP/Amr Nabil
Bangsawan Roma Loduvico Bartema menyamar untuk memasuki Makkah Madinah

REPUBLIKA.CO.ID, — Upaya non-Muslim untuk dapat menginjakkan kaki di tanah suci, Makkah dan Madinah, tak pernah terputus sepanjang sejarah. Selalu saja ada tokoh non-Muslim yang ingin keinginannya tersebut terwujud.

Adalah Loduvico Bartema, bangsawan dari Roma ini berupaya sekuat tenaga dan menempuh segala cara agar bisa bisa sampai ke Tanah Suci meski dia bukan orang Islam. 

Baca Juga

Perjalanan Loduvico Bartema ke Tanah Suci diceritakan Agustus Rally dalam sebuah bukunya "Orang Kristen Naik Haji" Agustus menceritakan bahwa Loduvico Bartema adalah tuan terhormat dari Roma.  

"Dia orang Roma pertama yang mengunjungi Makkah dan membukukan kesan-kesannya," tulis Agustus. 

Sampainya bangsawan roma ini ke negara yang diharamkan bagi non Muslim ini karena hasrat membaranya Bartema untuk mengetahui seperti apa kota kelahiran Nabi Muhammad ﷺ ini telah mendorongnya untuk bepergian ke Makkah.  

"Tidak ada sesuatu pun yang bisa menenangkan kegelisahan pikirannya sebelum bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri akan hakikat keanehan-keanehan yang diperbincangkan oleh para petualang di Timur," katanya. 

Selah tekad kuat akhirnya dia berangkat. Keberangkatannya ini akan meninggalkan analisis-analisis dan catatan-catatan beberapa orang yang mempunyai kepentingan lain. 

Dia takkan pernah melakukan apa pun selain berjalan maju menjelajah bumi, lalu melihat berbagai negeri dan tempat, juga berbagai jalan dan beragam adat kebiasaan. 

"Dalam catatannya disebutkan bahwa perjalanannya itu ditemani “rasa lapar dan haus, cuaca dingin dan panas, peperangan, tawanan, dan ketakutan-ketakutan," katanya. 

Tercatat pada 1503, Bartema meninggalkan Venesia menuju Alexandria. Dia mengunjungi Mesir, Berynto, Tripoli, Antioch, dan Damaskus. Di Damaskus, secara kebetulan dia bertemu dengan salah seorang pemimpin pasukan Mamluk” lalu memutuskan untuk pergi mengunjungi Makkah dengan menyamar sebagai seorang Mamluk.  

"Dia pun mendapatkan kuda yang bagus dan pakaian yang baik dengan harga yang mahal dan hadiah yang banyak," katanya. 

Pada 11 April, Bartema pergi meninggalkan Damaskus. Dia berada di antara 60 tentara Mamluk yang diberi tempat khusus di barisan kafilah yang besar. "Barangkali jumlah mereka-jika tidak berlebihan sekitar 40 ribu laki-laki dan 35 ribu unta," katanya.      

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA