Kamis 13 Jan 2022 15:05 WIB

Orang Tua Jangan Diam Saat Melihat Anak Terlambat Berkembang

Orang tua perlu mendeteksi apabila anak terlambat berkembang.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah
Orang tua perlu mendeteksi apabila anak terlambat berkembang.
Foto: Wikimedia
Orang tua perlu mendeteksi apabila anak terlambat berkembang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang tua perlu mendeteksi keterlambatan perkembangan umum atau global developmental delay pada anak sejak dini. Terutama, ketika usia anak kurang dari lima tahun.

Keterlambatan perkembangan lazimnya terjadi di dua atau lebih bidang perkembangan pada anak. Profesor Hardiono D Pusponegoro menyebutkan bahwa 30 persen dari anak di dunia mengalami keterlambatan perkembangan.

Baca Juga

Dokter spesialis anak sekaligus konsultan neurologi anak FKUI/RSCM itu menyampaikannya pada webinar "The Professor’s Talk" yang digelar aplikasi kepengasuhan Tentang Anak. Menurut Hardiono, tingkatan keterlambatan bisa dari ringan hingga berat. Sejumlah lima hingga 10 persen di antaranya sudah memasuki fase developmental disorder atau gangguan spesifik.

Orang tua dapat memantau perkembangan gerak kasar dan bahasa pada anak untuk mengetahui lebih lanjut apakah perkembangan si kecil sesuai dengan pertumbuhan anak pada umumnya. Ada beberapa pedoman yang bisa menjadi rujukan.

Hingga usia enam bulan, lazimnya bayi sudah bisa melakukan gerak kasar berupa tengkurap. Duduk pada usia maksimal sembilan bulan, merangkak usia 11,5 bulan sampai satu tahun, berdiri pada usia 13,5 bulan, dan berjalan pada usia 18 bulan.

Bahasa atau komunikasi yang dipelajari anak, yakni menoleh saat dipanggil (usia enam bulan hingga satu tahun serta bubbling dan menunjuk dengan telunjuk pada usia 11,5 bulan sampai satu tahun. Di usia 16 bulan, anak lazimnya sudah bisa mengucapkan kata berarti seperti 'mama' dan 'papa'.

Hardiono mengingatkan supaya orang tua tidak diam saja apabila telah mendeteksi tanda-tanda keterlambatan pada perkembangan anaknya. Ayah dan bunda sebaiknya tidak menunggu kemajuan perkembangan anak dengan sendirinya.

Mendeteksi dan menangani keterlambatan perkembangan sejak dini akan menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik. Jika terdeteksi keterlambatan, dianjurkan untuk mendiagnosis jenis keterlambatan perkembangan anak dengan dokter spesialis anak atau ahlinya.

"Mengobati apa yang bisa diobati, merujuk terapi yang tepat sesuai dengan diagnosis," ungkap Hardiono.

Dokter spesialis anak Mesty Ariotedjo yang merupakan pendiri Tentang Anak Official menekankan pentingnya deteksi dini perkembangan anak. Oleh karena itu, Tentang Anak hadir untuk membantu memudahkan orang tua.

"Orang tua bisa memantau setiap perkembangan anak melalui informasi dan edukasi yang kami bagikan, tentunya dari sumber yang ahli dan kredibel di bidangnya," kata Mesty, dikutip dari rilis pers yang diterima republika.co.id, Kamis (13/1/2022).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement