Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Sandiaga: Pariwisata RI Masih Butuh Aliran Investasi Lebih Besar

Kamis 13 Jan 2022 14:53 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha

Foto udara pengunjung menikmati suasana wisata Jembatan Cinta di Desa Mekarbuana, Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat, Ahad (9/1/2022). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak para pengusaha swasta untuk berinvestasi ke sektor pariwisata.

Foto udara pengunjung menikmati suasana wisata Jembatan Cinta di Desa Mekarbuana, Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat, Ahad (9/1/2022). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak para pengusaha swasta untuk berinvestasi ke sektor pariwisata.

Foto: ANTARA/M Ibnu Chazar
Investasi di sektor pariwisata masih cukup kecil, sekitar 2,4 miliar dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak para pengusaha swasta untuk berinvestasi ke sektor pariwisata. Pasalnya, aliran investasi yang mengalami ke sektor tersebut dinilai masih minim. Sementara, pemerintah ingin memulihkan sektor pariwisata usai mengalami krisis akibat Covid-19.

"Investasi kita masih kurang, pariwisata sangat luar biasanya potensinya tapi investasi kita hanya 2,4 miliar dolar AS. Terlalu kecil, kita butuh lebih investasi," kata dia dalam webinar Sinarmas Sekuritas dikutip Republika.co.id, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga

Sandiaga secara khusus mengajak para pengusaha lokal untuk mau berbisnis dan membangun pariwisata Indonesia agar dapat lebih banyak membuka lapangan pekerjaan Ia mengatakan, pemerintah ingin agar pariwisata Indonesia pun mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Saya tahu Sinarmas isinya, sultan semua. Maka dari itu, ayolah berinvestasi. Pemerintah saat ini berorientasi pada pemulihan ekonomi," ujar Sandiaga.

Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dapat mencapai 1,8 juta hingga 3,6 juta kunjungan pada tahun 2022. Seiring target tersebut, devisa pariwisata diproyeksi mencapai 470 juta dolar AS hingga 1,7 miliar dolar AS.

Karena itu, tahun depan diharapkan terdapat peningkatan kembali dari sisi kunjungan wisman serta devisa yang dihasilkan.

Selain wisman, Sandiaga mengatakan, sektor parwisata saat ini sangat mengandalkan pergerakan dari wisatawan nusantara (wisnus). "Wisnus ini yang menjadi andalan dengan target 260 juta -280 juta pergerakan naik dari tahun lalu 198 juta-220 juta pergerakan,” katanya.

Adapun selain target kunjungan wisman dan pergerakan wisnus, kontribusi produk domestik bruto (PDB) pariwisata ditargetkan mencapai 4,3 persen, naik dari tahun ini sebesar 4,2 persen. Sementara untuk nilai tambah ekonomi kreatif tahun depan diharapkan mencapai 1.236 triliun, naik dari 2021 yang hanya Rp 1.191 triliun.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA