Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Siang Ini KPK Bawa Abdul Gafur ke Jakarta

Kamis 13 Jan 2022 12:38 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Agus Yulianto

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud

Foto: ANTARA FOTO
Selain terduga, KPK juga turut mengamankan sejumlah uang dalam OTT tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) Abdul Gafur Mas'ud, siang ini (Kamis, 13/1/2022) dijadwalkan tiba di Jakarta. KPK berencana melakukan pemeriksaan lanjutan dugaan korupsi Abdul Gafur di gedung merah putih.

Selain terduga, KPK juga turut mengamankan sejumlah uang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) Abdul Gafur Mas'ud. Operasi senyap itu dilakukan pada Rabu (12/1/2022) sore lalu.

"Dalam kegiatan tangkap tangan ini juga diamankan barang bukti di antaranya uang dalam pecahan rupiah," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri di Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Meski demikian, Ali belum mengungkapkan, jumlah uang yang diamankan dalam operasi senyap dimkasud. Dia mengatakan, KPK saat ini tengah menghitung ulang dan mengonfirmasi kepada pihak-pihak yang sedang diperiksa setelah terjaring OTT.

Baca juga : KPK OTT Bupati Penajam Paser Utara yang Sedang Berada di Jakarta

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan mengamankan 13 orang terdiri dari sejumlah penyelenggara negara termasuk Bupati Abdul Gafur dan beberapa pihak swasta. Meskipun, lembaga antirasuah itu belum merinci siapa saja pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.

Ali menjelaskan, KPK menangkap tujuh orang di Jakarta, diantaranya Bupati Abdul Gafur dan beberapa pihak ASN pemerintah kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara dan dan pihak swasta. Sedangkan empat orang sisa yang juga merupakan ASN Pemkab Penajam Paser Utara dan pihak swasta diamankan di Kaltim.

"Siang ini segera tiba di Jakarta dan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan di gedung merah putih KPK. Para pihak (terjaring OTT di Jakarta) masih dilakukan pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengungkapkan, OTT yang dilakukan di Penajam Paser Utara terkait dugaan suap dan gratifikasi yang dilakukan penyelenggara negara. Namun, Ghufron juga masih belum ingin membeberkan pihak-pihak yang ditangkap dalam operasi senyap tersebut.

KPK memiliki waktu maksimal 1X24 jam untuk menentukan sikap dari hasil pemeriksaan yang masih berlangsung saat ini. KPK mengaku akan segera mempublikasikan hasil penangkapan tersebut.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA