Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

PTPN VIII Tagetkan Rehabilitas 1.006,77 Ha Lahan Kritis

Kamis 13 Jan 2022 10:49 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Fuji Pratiwi

Foto udara perkebunan teh milik PTPN VIII (ilustrasi). PTPN VIII menargetkan rehabilitasi 1.000 hektare lahan kritis.

Foto udara perkebunan teh milik PTPN VIII (ilustrasi). PTPN VIII menargetkan rehabilitasi 1.000 hektare lahan kritis.

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Rahabilitasi itu sebagai bentuk pencegahan alih fungsi lahan dan bencana alam.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan target utama penghijaun, perbaikan ekosistem, revitalisasi das, konservasi untuk resapan air. 

Menurut Direktur PTPN VIII, Didik Prasetyo, upaya yang dilakukan dengan cara penanaman pohon endemik di daerah lahan kritis, lahan gundul, daerah potensi banjir, kekeringan dan eks areal penebangan liar. Serta, melaksanakan koordinasi dengan aparat dan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat untuk penghijauan. 

Baca Juga

"Target Program Rehabilitas Lahan Kritis PT Perkebunan Nusantara VIII ini, pada 2021 sampai 2022 dilakukan pelaksanaan penanaman. Sedangkan target pemeliharaan dilaksanakan pada 2023 sampai 2026," ujar Didik dalam siaran persnya, Kamis (13/1/2022).

Didik mengatakan, sebagai langkah awal PTPN VIII telah mencanangkan program lahan kritis pada 11 Maret 2021 di lahan seluas 82,71 hektare. Jumlah pohon yang ditanam sebanyak 27.862 pohon (populasi 400 pohon / Ha). Lokasinya, berada di beberapa unit Kebun PTPN VIII sebagai bentuk pencegahan alih fungsi lahan dan bencana alam.

"Fokus utama penanaman pohon itu di empat lokasi prioritas. Yakni, Kebun Gedeh – Mas Kab Bogor, Kebun Kertamanah Kabupaten Bandung, Kebun Cikumpay Kabupaten Purwakarta dan Kebun Cisalak Baru Provinsi Banten," paparnya.

Target pemulihan selanjutnya, kata dia, adalah konservasi sebanyak 402.708 pohon yang berlokasi di 19 Kebun. Total luasannya, sekitar 1.006,77 Ha sampai dengan 2026. 

"Rehabilitasi Lahan Kritis di Jawa Barat dan Banten merupakan kewajiban kita semua, kunci keberhasilan program ini adalah kolaborasi dari berbagai pihak mulai dari pemerintah, pihak swasta, organisasi non pemerintah, akademisi, aktivis lingkungan, masyarakat dan pihak lain. Kami mengharapkan dukungan dari berbagai pihak dalam bentuk untuk kesuksesan program ini," paparnya.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA