Monday, 15 Syawwal 1443 / 16 May 2022

BUMN Ini Bantu Bangkitkan Masyarakat dengan Budi Daya Kopi Berkelanjutan

Kamis 13 Jan 2022 02:10 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha

Petani memetik buah merah kopi di sentra perkebunan kopi Nisam Antara. PT Surveyor Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melakukan kegiatan berupa bantuan pembuatan greenhouse untuk penyemaian dan penanaman bibit kopi di Rancamaya, Bogor Selatan, Jawa Barat,

Petani memetik buah merah kopi di sentra perkebunan kopi Nisam Antara. PT Surveyor Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melakukan kegiatan berupa bantuan pembuatan greenhouse untuk penyemaian dan penanaman bibit kopi di Rancamaya, Bogor Selatan, Jawa Barat,

Foto: Antara/Rahmad
Biji kopi merupakan salah satu komoditas ekspor terbesar di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Surveyor Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melakukan kegiatan berupa bantuan pembuatan greenhouse untuk penyemaian dan penanaman bibit kopi di Rancamaya, Bogor Selatan, Jawa Barat, Selasa (11/1/2022). Kegiatan ini digelar untuk mendukung pencapaian SGDs-2 dan SGDs-8, serta memperingati Hari Sejuta Pohon Sedunia yang diperingati tiap 10 Januari sebagaimana yang telah ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"PT Surveyor Indonesia menanamkan 300 bibit kopi yang berusia tujuh bulan pada lahan awal seluas satu hektare, dan menyiapkan sekitar 60 ribu bibit kopi robusta yang akan disemai di greenhouse," ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Surveyor Indonesia Rosmanidar Zulkifli dalam keterangan tertulis pada Rabu (12/1/2022).

Baca Juga

Rosmanidar menyebut biji kopi merupakan salah satu komoditas ekspor terbesar di Indonesia karena wilayah Indonesia dikenal cocok untuk budidaya kopi lantaran memiliki struktur tanah yang baik. Selain itu, dia katakan, banyaknya wilayah pegunungan menjadi kombinasi yang sempurna untuk pembudidayaan tanaman kopi. 

"Hingga saat ini Indonesia menjadi salah satu negara dengan penghasil biji kopi terbesar dan terbaik di dunia berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan pada 2021," ucap Rosmanidar.

Rosmanidar menilai membudidayakan tanaman kopi merupakan langkah tepat untuk membantu mensejahterakan masyarakat sekitar Kampung Pancasan Ngahiji Rancamaya yang terkena imbas pandemi covid-19. "Penyemaian dan penanaman 300 bibit kopi ini merupakan upaya untuk membantu kesejahteraan masyarakat, semoga dengan diadakannya budidaya tanaman kopi mampu membuka lapangan pekerjaan dan membantu meningkatkan perekonominan warga Rancamaya," ungkap Rosmanidar.

Rosmanidar menyampaikan program TJSL Surveyor Indonesia secara tanggap berinisiasi untuk turut andil dalam pemulihan perekonomian  warga sekitar, khususnya para petani kopi yang nantinya akan dibina secara berkelanjutan oleh Surveyor Indonesia agar hasil panennya dapat dimaksimalkan untuk kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Rancamaya.

Ketua TJSL Surveyor Indonesia Syahrul Ramadhan mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu kontribusi nyata untuk mendukung program penghijauan di Indonesia.

"Dengan diadakannya kegiatan penanaman bibit kopi, ini merupakan salah satu kontribusi kami untuk mendukung program penghijauan di Indonesia, semoga kegiatan ini juga dapat meningkatkan kualitas sirkulasi udara di daerah Rancamaya sebagai wujud melestarikan lingkungan sekitar," ucap Syahrul.

Syahrul berharap kegiatan penanaman 300 bibit kopi dan 60 ribu bibit yang disemai  dapat bermanfaat untuk warga sekitar. Syahrul menyebut respons masyarakat sangat antusias terhadap kegiatan ini. 

"Surveyor Indonesia berharap ke depannya dapat berkontribusi untuk melakukan kegiatan penghijauan lainnya sebagai wujud dukungan pada program-program pemerintah untuk melestarikan lingkungan dan memulihkan perekonomian di Indonesia," kata Syahrul menambahkan.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA