Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Alasan Pemerintah tak Gunakan Sinovac untuk Booster

Rabu 12 Jan 2022 21:09 WIB

Red: Andri Saubani

Seorang lansia melakukan swafoto saat vaksinasi lanjutan (booster) dengan jenis pfizer di Sentra Vaksinasi RSUI, Depok, Jawa Barat, Rabu (12/1/2022). Pemerintah Kota Depok memulai program vaksinasi lanjutan (booster) COVID-19 kepada masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas dengan prioritas penerima orang lanjut usia (lansia) secara gratis.

Foto:
Pemerintah memulai program vaksinasi booster pada hari ini.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Maxi Rein Rondonuwu mengklaim, stok vaksin untuk program booster mencukupi. Pada hari ini, Maxi meninjau langsung kick off vaksinasi booster Covid-19 atau dosis ketiga di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Kalau ketersediaan vaksin untuk booster kita memadai sekali. Saat ini masih ada hampir 130-an juta dosis sudah siap Biofarma," kata Maxi di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (12/1/2022).

Target sasaran untuk saat ini, lanjutnya, adalah kelompok lanjut usia serta yang memiliki risiko tinggi atau komorbid. Nantinya, tetap ada target peluang untuk kelompok selain lansia dan rentan.

"Sesuai arahan Pak Presiden, memang kita mulai dengan tahapan yang berisiko tinggi. Apalagi dengan Omicron ini yaitu lansia dan compromised. Ini jadi prioritas pertama dan memang target sasaran kita kan semua yang di atas 18 tahun yang sudah mendapatkan vaksinasi primer dosis 1 dan dosis 2 maupun dosis 1 Jadi itu semua akan dapat di atas 18 tahun. Tapi prioritas awalnya memang lansia, " terangnya.

Vaksinasi booster disambut baik oleh lansia di Kramat Jati. Salah satunya adalah Parlindungan Simatupang.

“Tentu senang karena ini suatu keharusan untuk menghindari penyakit yang sedang mewabah,” ucapnya.

Ia dan istri kini telah divaksinasi booster. Parlindungan mengajak kepada sesama lansia untuk divaksinasi booster memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah.

Di Tangerang Selatan (Tangsel), puluhan lansia juga mengikuti program vaksinasi Covid-19 booster perdana di RSU Tangsel, Banten, Rabu. Beberapa diantara para lansia tersebut mengungkapkan alasan mau disuntik vaksin, mulai dari kesadaran diri akan kesehatan hingga kesiapan untuk menjalankan ibadah haji/umroh.

"Ini kan demi kesehatan, apalagi Omicron ini meningkat juga jadi kenapa tidak? Terus saya juga ada rencana mau naik haji sudah pending di tahun 2020, jadi saya harus siap apalagi ada kesempatan ini," ungkap Lussy (61 tahun), salah satu lansia.

Lussy menuturkan, seusai disuntik vaksin, dia mengaku merasakan sedikit efek, misalnya, rasa agak pegal bekas suntikan vaksinasi. Namun, secara umum warga Pamulang tersebut merasa hal itu normal dan wajar.

Ita (64), warga asal Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang mengatakan, dirinya mengaku apresiasi dengan diadakannya vaksinasi booster bagi kalangan lansia sepertinya. Hal itu menurutnya dapat meningkatkan rasa aman bagi lansia yang diketahui tergolong kelompok rentan terpapar Covid-19.

"Saya bersyukur karena Tangsel sudah mengadakan booster ini kepada lansia karena saya pikir lebih cepat lebih baik untuk kesehatan kita," tuturnya.

 

photo
Vaksinasi Booster di Indonesia - (Infografis Republika.co.id)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA