Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Siswa SMK dan SLB Kota Solo Kini Bisa Bekerja Sesuai Kemampuan

Rabu 12 Jan 2022 17:44 WIB

Rep: binti sholikah/ Red: Hiru Muhammad

Para siswa SMK dan SLB di Kota Solo kini bisa bekerja sesuai kemampuan berkat hadirnya alat ukur psikotes. Penerapan alat ukur psikotes dilakukan melalui nota kesepahaman (MoU) antara lembaga pendidikan di wilayah Kota Solo dengan ekrutes.id (PT Cita Tekad Gemilang), Rabu (12/1).

Para siswa SMK dan SLB di Kota Solo kini bisa bekerja sesuai kemampuan berkat hadirnya alat ukur psikotes. Penerapan alat ukur psikotes dilakukan melalui nota kesepahaman (MoU) antara lembaga pendidikan di wilayah Kota Solo dengan ekrutes.id (PT Cita Tekad Gemilang), Rabu (12/1).

Foto: istimewa
Alat ukur psikotes tersebut untuk mengetahui minat dan bakat siswa SMK dan SLB

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO--Para siswa SMK dan SLB di Kota Solo kini bisa bekerja sesuai kemampuan berkat hadirnya alat ukur psikotes. Penerapan alat ukur psikotes dilakukan melalui nota kesepahaman (MoU) antara lembaga pendidikan di wilayah Kota Solo dengan ekrutes.id (PT Cita Tekad Gemilang), Rabu (12/1).

Penerapan alat ukur psikotes tersebut untuk mengetahui minat dan bakat siswa SMK dan SLB. Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa dalam arahannya menyambut baik kerja sama dan penggunaan alat ukur psikotes gratis yang bisa membantu para siswa SMK dan SLB se-Kota Solo.

Baca Juga

"Saya minta segera disosialisasikan dan didata para lulusan SMK yang belum mendapatkan pekerjaan. Kami berharap dengan ekrutes, anak segera mendapatkan pekerjaan begitu lulus dari SMK dan SLB. Ciptakan lapangan kerja juga dengan modal ekrutes," kata Teguh seperti tertulis dalam siaran pers, Rabu.

Direktur PT Cita Tekad Gemilang, Hartono Candra mengatakan, penandatanganan kerja sama tersebut terkait penggunaan alat ukur psikologi untuk peserta didik dan tamatan lembaga pendidikan di Kota Solo. Perusahaan yang dia pimpin berfokus pada platform pengembangan alat tes psikologi. Dia merasa terhormat lantaran mendapat respons positif dari Pemerintah Kota Solo dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Alat tes ID memiliki tujuan untuk dapat membantu pendidikan dalam mempersiapkan siswa-siswi SMK agar mampu menghadapi tuntutan di dunia usaha dan dunia industri. Kami berharap melalui identifikasi kemampuan, potensi di masa mengenyam pendidikan dapat membantu sekolah maupun siswa menemukan minat dan merancang karier yang sesuai di masa depan," kata Candra.

Menurutnya, kerja sama tersebut dapat terwujud karena adanya sinergi positif dari Pemkot Solo, APBKS, sekolah–sekolah dan ekrutes.id

Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengan, Ties Setyaningsih, mewakili Kepala Cabang Dinas, Suratno, mengatakan, untuk menjawab adanya anggapan SMK sebagai penyumbang pengangguran, pembenahan untuk memberikan tambahan keterampilan dan pengetahuan diketahui dari awal masuk SMK adalah siap bekerja dan juga bisa melanjutkan atau berwirausaha.

Prinsip SMK untuk memandirikan para siswa bisa bekerja atau melanjutkan ke perguruan tinggi dan para siswa Sekolah Luar Biasa juga bisa mandiri di masyarakat dan tidak membebani masyarakat dengan ilmu yang telah dimiliki.

"Mudah mudahan kegiatan ini akan meningkatkan kerja sama asosiasi khususnya di SMK. Sehingga para siswa dan lulusan mendapatkan informasi dari ABPKS. Diharapkan tidak membebani para siswa dan orang tua dalam mencari kerja," jelas Ties.

Ketua Asosiasi Pengelola Bursa kerja Khusus Kota Surakarta (APBKS), Nono Budiarto, mengajak semua pihak terkait untuk memajukan pendidikan. Menurutnya, MoU tersebut merupakan upaya untuk mengetahui tingkat kemampuan anak didik dengan menyelenggarakan psikotes untuk para siswa SMK dan SLB.

Setelah dilakukan uji psikologi akan diketahui gaya belajar dan potensinya ke bidang pekerjaan apa. Sehingga, siswa bisa diarahkan dan dibimbing dengan pemberian perlakuan tes psikologi.

"Berbagai kegiatan rekrutmen sering kami adakan untuk menjaring tenaga terampil lulusan SMK dan SLB dengan perusahaan degan peserta tamatan lembaga pendidikan di Kota Surakarta," ujarnya.

Kendala yang dihadapi dalam kegiatan bursa kerja (job fair) yakni siswa mengalami persoalan karena perusahaan dan siswa tidak sesuai kemampuan dan jurusan yang ditempuh saat bersekolah.

Solusinya didapat dengan mengetahui minat siswa kemana dengan gaya belajar seperti apa menggunakan alat ukur psikotes bekerja sama dengan ekrutes.id. Fasilitas diberikan gratis tanpa biaya sampai selesai MoU dan bisa diperpanjang.

Ekrutes.id mulai menguji ribuan siswa di kelas X, XI dan XII. Untuk kelas X dan XI, hasilnya diberikan ke sekolah untuk dijadikan bahan pembinaan untuk mengarahkan siswa. Sedangkan untuk kelas XII untuk mengarahkan minat kerja apakah sesuai dengan bakat dan minat. Jika sesuai, maka sekolah akan mencarikan industri yang sesuai dengan bakat dan minat selanjutnya masuk ke proses rekrutmen. Kegiatan tersebut dimulai sejak pekan kedua Januari 2022.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA